Manado, (Antara Sulut) - Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Djouhary Kansil mengatakan, festival kuncikan tahun dan Cap Go Meh diharapkan menjadi kelender pariwisata Kota Manado.
"Perpaduan kegiatan ini sarat makna, diharapkan dapat menjadi kalender pariwisata Manado," kata Kansil pada kegiatan Kuncikan Tahun dan Cap Go Meh di Manado, Senin.
Djouhari Kansil mengatakan, kegiatan kuncikan tahun dan Cap Go Meh tersebut dapat dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi.
"Sehingga menjadi salah satu unggulan dan potensi pariwisata di kota itu," kata Kansil.
Pada kesempatan itu, Kansil berharap semua komponen masyarakat di Kota Manado dapat mendukung berbagai kebijakan dan program pembangunan di daerah itu.
"Dengan kerjasama tersebut, kita wujudkan Sulut sebagai pintu gerbang di Asia Pasifik," kata Kansil.
Wali Kota Manado, GSV Lumentut mengatakan, kegiatan Cap Go Meh pada tahun ini memberikan tampilan yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dimana dirangkaikan dengan festival budaya kuncikan tahun.
"Ini sebagai upaya untuk menggali potensi guna ditawarkan kepada turis untuk datang ke Manado. Kegiatan ini sebagai upaya untuk menarik pariwisata," kata Lumentut.
Pada kegiatan itu, untuk festival kuncikan tahun dilepas oleh Wali Kota Manado GSV Lumentut bersama Wakil Wali Kota Manado, Harley Mangindaan melalui pengibaran bendera.
Sementara Cap Go Meh, dilepas Wakil Gubernur Sulut Djouhary Kansil dan Kapolda Sulut Brigjen Pol Carlo Tewu melalui pemukulan gong.
Pada kegiatan yang di mulai dari jalan Panjaitan Manado itu dan mengitari sejumlah ruas jalan yang ada di pusat pertokoan pasar 45 Manado mendapat perhatian dari ribuan masyarakat yang memadati lokasi itu.
Pada festival kuncikan tahun itu, peserta menampilkan berbagai atraksi menarik seperti seorang pria berpakaian wanita atau sebaliknya serta seni budaya seperti tarian Cakalele, Masamper.
Sementara pada prosesi Cap Go Meh antara lain, menampilkan antara lain menampilkan pasukan berkuda, pasukan pembawa bendera, kendaraan hias, atraksi barongsai dan tujuh Tang Sin yang berasal dari empat klenteng di Manado.
(Guntur/@antara_manado)

