Logo Header Antaranews Manado

Rudal balistik Iran serang kamp militer Jerman di Yordania

Selasa, 10 Maret 2026 17:26 WIB
Image Print
Ilustrasi - Peluru kendali Iran, Emad. Rudal balistik ini diyakini turut ditembakkan Iran ke Israel pada 14 April 2024. (ANTARA/Mohammad Agah/Tasnim News Agency via Wikimedia Commons/pri.)

Moskow (ANTARA) - Sebuah kamp militer Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) di Pangkalan Udara Multinasional Al-Azraq di Yordania dilaporkan terkena serangan rudal balistik Iran, demikian laporan majalah Der Spiegel mengutip sejumlah sumber.

Pada 1 Maret, majalah tersebut melaporkan dengan mengutip sumber bahwa Iran, sebagai tanggapan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, menyerang fasilitas militer di Irak dan Yordania yang menampung personel Bundeswehr.

Bagian Jerman di pangkalan udara di Yordania yang juga menampung Angkatan Udara AS turut terkena serangan tersebut, demikian dilaporkan, Senin (9/3), seraya menambahkan bahwa serangan itu menghantam sebuah bangunan yang ditempati pasukan Jerman.

Namun, tidak ada tentara yang terluka karena seluruh personel berada di tempat perlindungan saat serangan terjadi, menurut laporan tersebut.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Tehran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

AS dan Israel pada awalnya menyatakan bahwa serangan “pencegahan” tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, namun kemudian keduanya menegaskan bahwa mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama operasi militer tersebut. Iran kemudian menyatakan masa berkabung selama 40 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam operasi militer AS dan Israel tersebut serta menyerukan penurunan ketegangan segera dan penghentian permusuhan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA





Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026