Pemkab Mitra verifikasi ulang warga penerima BPJS Kesehatan
Selasa, 2 Juli 2019 10:56 WIB
Bupati James Sumendap menyerahkan secara simbolis Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi salah satu warga. Pemkab Minahasa Tenggara bekerja sama dengan BPJS Kesehatan akan memberikan jaminan sosial bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara, dengan ditandatanganinya kerja sama antara kedua belah pihak di Ratahan, Selasa (26/9). (Foto Humas Pemkab Minahasa Tenggara)
Minahasa Tenggara, Sulut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) segera melakukan verifikasi terhadap warga yang terdaftar dalam kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Kami akan melakukan verifikasi terhadap data penduduk yang ada. Karena dari data BPJS Kesehatan gunakan, penduduk Mitra berjumlah 127 ribu, tapi dari data Pemkab penduduk Mitra 117 ribu," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Mitra David Lalandos, di Ratahan, Selasa.
Ia menuturkan, verifikasi tersebut atas permintaan dari pihak BPJS Kesehatan sebagai bentuk pemutakhiran data penduduk.
"Untuk itu kami akan pemutakhiran data penduduk untuk disinkronkan dengan peserta BPJS. Karena ada kelebihan sekira 10 ribu peserta, dari jumlah penduduk yang ada," jelasnya.
Dia menyebutkan, data peserta BPJS tak dilakukan pemutakhiran yang jumlahnya belum diverifikasi atau disesuaikan dengan jumlah penduduk saat ini.
"Jadi data dari tahun 2008 - 2009 tidak pernah update. Makanya jika sudah disesuaikan diharapkan datanya sudah sesuai," katanya.
Lebih lanjut menurut David pihaknya menargetkan proses verifikasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
"Kalau hanya pemutakhiran seperti ini tidak diperlukan waktu lama, dan segera kami serahkan ke BPJS Kesehatan," tandasnya.***3***
"Kami akan melakukan verifikasi terhadap data penduduk yang ada. Karena dari data BPJS Kesehatan gunakan, penduduk Mitra berjumlah 127 ribu, tapi dari data Pemkab penduduk Mitra 117 ribu," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Mitra David Lalandos, di Ratahan, Selasa.
Ia menuturkan, verifikasi tersebut atas permintaan dari pihak BPJS Kesehatan sebagai bentuk pemutakhiran data penduduk.
"Untuk itu kami akan pemutakhiran data penduduk untuk disinkronkan dengan peserta BPJS. Karena ada kelebihan sekira 10 ribu peserta, dari jumlah penduduk yang ada," jelasnya.
Dia menyebutkan, data peserta BPJS tak dilakukan pemutakhiran yang jumlahnya belum diverifikasi atau disesuaikan dengan jumlah penduduk saat ini.
"Jadi data dari tahun 2008 - 2009 tidak pernah update. Makanya jika sudah disesuaikan diharapkan datanya sudah sesuai," katanya.
Lebih lanjut menurut David pihaknya menargetkan proses verifikasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
"Kalau hanya pemutakhiran seperti ini tidak diperlukan waktu lama, dan segera kami serahkan ke BPJS Kesehatan," tandasnya.***3***
Pewarta : Arthur Ignasius Karinda
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Minahasa Tenggara
Lihat Juga
Kemenag beri bina rohani dan mental warga binaan Polres Minahasa Tenggara
08 June 2024 6:07 WIB, 2024
Wujudkan Tridharma Perguruan Tinggi, Pemkab Mitra dan FISIP Unsrat jalin kerja sama
31 May 2023 23:27 WIB, 2023