Istri Wali Kota minta selamatkan Yaki
Selasa, 7 Agustus 2018 10:08 WIB
Ketua TP-PKK Kota Bitung Khouni Lomban Rawung
Manado, (Antaranews Sulut) - Ketua TP-PKK Kota Bitung Khouni Lomban Rawung yang juga istri wali kota meminta perempuan di kota tersebut menyelamatkan Yaki di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
"Kita harus selamatkan Yaki dari kepunahan," kata Khouni yang juga istri dari Wali Kota Bitung, Senin.
Dia mengatakan terkait pelestarian satwa langkah yang ada di Kota Bitung, Khouni sebagai Duta Yaki, sangat tidak setuju kalau orang mengatakan "Hanya Yaki", dimana konotasinya menyepelehkan keberadaan satwa langkah ini.
Khouni mengingatkan kepada perempuan-perempuan di Kota Bitung dan Sulut pada umumnya, keberadaan Yaki yang mau punah ini, sangatlah penting dalam keberlanjutan ekosistem alam di Sulut karena telah masuk dalam kondisi alam yang kritis.
"Karena peran Yaki sangat penting untuk keberlanjutan keseluruhan ekosistem hutan kita, dimana Yaki dijuluki sebagai hewan spesifik yang hanya ada di ujung Utara Pulau Sulawesi," jelasnya.
Yaki atau bahasa latinnya Macaca Nigra adalah satwa langka yang endemik atau hanya ada di Sulut, saat ini terancam punah.
Bahkan Yaki disebut sebagai satwa yang memiliki spesialisasi tanam pohon di hutan-hutan.
"Hutan Tangkoko, adalah base aman terakhir, untuk Yaki hidup dan berkembang secara alamiah. Karena Hutan Tangkoko adalah cagar alam, hutan yang dilindungi, hutan Konservasi, " ujar Rawung.
Dia berharap gerakan selamatkan Yaki dapat terus digaungkan semua elemen masyarakat Sulawesi Utara sehingga hewan yang hanya berproduksi setahun sekali ini dapat terus dinikmati generasi selanjutnya.
(T.KR-NCY/B/G004/G004) 06-08-2018 23:44:07
"Kita harus selamatkan Yaki dari kepunahan," kata Khouni yang juga istri dari Wali Kota Bitung, Senin.
Dia mengatakan terkait pelestarian satwa langkah yang ada di Kota Bitung, Khouni sebagai Duta Yaki, sangat tidak setuju kalau orang mengatakan "Hanya Yaki", dimana konotasinya menyepelehkan keberadaan satwa langkah ini.
Khouni mengingatkan kepada perempuan-perempuan di Kota Bitung dan Sulut pada umumnya, keberadaan Yaki yang mau punah ini, sangatlah penting dalam keberlanjutan ekosistem alam di Sulut karena telah masuk dalam kondisi alam yang kritis.
"Karena peran Yaki sangat penting untuk keberlanjutan keseluruhan ekosistem hutan kita, dimana Yaki dijuluki sebagai hewan spesifik yang hanya ada di ujung Utara Pulau Sulawesi," jelasnya.
Yaki atau bahasa latinnya Macaca Nigra adalah satwa langka yang endemik atau hanya ada di Sulut, saat ini terancam punah.
Bahkan Yaki disebut sebagai satwa yang memiliki spesialisasi tanam pohon di hutan-hutan.
"Hutan Tangkoko, adalah base aman terakhir, untuk Yaki hidup dan berkembang secara alamiah. Karena Hutan Tangkoko adalah cagar alam, hutan yang dilindungi, hutan Konservasi, " ujar Rawung.
Dia berharap gerakan selamatkan Yaki dapat terus digaungkan semua elemen masyarakat Sulawesi Utara sehingga hewan yang hanya berproduksi setahun sekali ini dapat terus dinikmati generasi selanjutnya.
(T.KR-NCY/B/G004/G004) 06-08-2018 23:44:07
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengacara minta kliennya terdakwa perintangan hukum di Setwan Bitung dibebaskan
30 January 2026 14:45 WIB
Gubernur Sulut sebut "Direct Call" pangkas waktu pelayaran ke negara tujuan ekspor
21 January 2026 7:00 WIB
Terpopuler - Kota Bitung
Lihat Juga
Tujuh ABK Bintang Sakti Wakatobi diselamatkan kapal Genesaret 03 di perairan Lembeh
26 September 2025 20:47 WIB
Menteri Ekraf sebut kuliner di Bitung menjanjikan dan layak tembus internasional
28 June 2025 6:07 WIB