
BP-DAS Tondano: Banjir Bitung Akibat Curah Hujan Ekstrem

Curah hujan delapan jam terakhir sebelum banjir mencapai 248,7 milimeter, jauh melebihi batas normal 8,0 milimeter,
Manado, (Antara) - Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Tondano, Sulawesi Utara Rukma Dayadi mengatakan salah satu penyebab banjir di Kota Bitung pada Minggu (12/2) adalah curah hujan ekstrem.
"Curah hujan delapan jam terakhir sebelum banjir mencapai 248,7 milimeter, jauh melebihi batas normal 8,0 milimeter," kata Dayadi di Manado, Rabu.
Akibatnya kata dia, terjadi limpasan air dengan volume besar yang tidak mampu ditampung sungai.
"Diperkirakan pada saat banjir volume air sungai mencapai 182 meter kubik per detik, sedangkan pada saat normal hanya 25 meter kubik per detik," ujarnya.
Selain curah hujan, analisa lainnya, kata dia, adanya pemanfaatan lahan yang tidak memperhatikan konservasi tanah yang semestinya dilakukan terasering untuk kontur tanah miring.
"Ada pemanfaatan kawasan hutan untuk budi daya, diharapkan juga tanaman jenis kayu atau menahun," ujarnya.
Dia juga menambahkan, cagar alam yang menjadi penyanggah pernah terbakar di tahun 2014 dan belum sempat terjadi pemulihan pada saat curah hujan tinggi sehingga aliran air permukaan berlangsung cepat.
Analisa lainnya, lanjut Dayadi, ada spot di daerah hulu yang dijadikan warga sebagai tempat penambangan pasir yang diduga ikut menyumbang banjir di daerah hilir.
Banjir bandang di sejumlah kelurahan di Kota Bitung menghancurkan 1.132 rumah, sementara tanah longsor menimpa 30 rumah, sebanyak 4.622 warga akhirnya diungsikan ke tempat aman.***4***
(T.K011/B/G004/G004) 15-02-2017 20:21:52
Pewarta : Karel A Polakitan
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
