
Pemprov Sulut ajak warga bijak gunakan air antisipasi musim kemarau

Manado (ANTARA) - Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Jimmy Ringkuangan mengajak warga menggunakan air secara bijak mengantisipasi musim kemarau.
"Pemprov Sulut akan mencermati dan memberikan perhatian penuh terhadap prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi terjadinya musim kemarau tahun ini," kata Ringkuangan di Manado, Minggu.
Dia mengatakan, BMKG memperkirakan kemarau tahun ini akan berlangsung lebih kering dan lebih lama dari kondisi normal.
"Selain bijak menggunakan air, kami juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan sekitar, serta menghindari praktik pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan dampak kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas," ujarnya.
Pemprov, menurut Ringkuangan, telah mengambil langkah-langkah antisipatif secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan, untuk menghadapi musim panas cukup panjang yang diprediksikan akan mulai terjadi pada pertengahan tahun ini.
“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama. Kami terus memperkuat upaya dalam menjaga ketahanan pangan dan sumber-sumber produksi pangan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan melalui koordinasi lintas sektor,” ujarnya.
Pemprov Sulut, menurut dia, juga terus mendorong sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat, agar setiap langkah yang diambil dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami mengajak seluruh komponen daerah untuk bekerja bersama dan bersama bekerja, saling menguatkan peran masing-masing, sehingga upaya menghadapi kemarau ini dapat dilakukan secara kolektif dan bertanggung jawab,” katanya menambahkan.
Dia optimistis, kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, menjadi landasan kuat dalam memastikan seluruh jajaran bergerak secara solid, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kami optimistis seluruh langkah mitigasi dapat berjalan dengan baik, sehingga stabilitas ekonomi daerah, khususnya sektor pangan dan pelayanan dasar, tetap terjaga,” tegasnya.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
