Logo Header Antaranews Manado

Wagub: Pembangunan Bandara Miangas Atasi Kerawanan Pangan

Rabu, 2 November 2016 09:46 WIB
Image Print
Presiden Joko Widodo (keempat dari kanan) saat mengunjungi sekaligus meresmikan bandara Miangas, pulau terdepan ujung utara Sulawesi yang berbatasan dengan negara tetangga Filipina. (1)
Ketersediaan pangan di daerah kepulauan sering menjadi problem, dengan dibangunnya bandara Miangas maka akses menjadi terbuka,

Manado, (AntaraSulut) - Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan dibangunnya bandara Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud mampu mengatasi kerawanan pangan di pulau ujung utara Sulawesi yang berbatasan dengan negara tetangga Filipina.

"Ketersediaan pangan di daerah kepulauan sering menjadi problem, dengan dibangunnya bandara Miangas maka akses menjadi terbuka," kata Wagub Steven di Manado, Selasa.

Sebelum dibangun bandara di pulau Miangas, terkadang terkendala karena dilayani kapal perintis dua pekan sekali.

Bahkan dalam beberapa kejadian, selama tiga atau empat bulan tidak ada kapal yang merapat ke pulau itu sehingga terjadi rawan pangan dan rakyat makan apa adanya.

"Dalam beberapa kejadian kasus stok beras yang sampai di sana sudah busuk. Bahkan ada bantuan beras bantuan gubernur dan dirinya yang tidak sampai karena sudah diambil masyarakat di kepulauan yang lain," katanya.

Masalahnya kata Ketua DPRD Sulut periode 2014-2014 itu, pada saat kapal melakukan perjalanan dari Melongguane ke Miangas dan melintasi kepulauan gugusan Nanusa, banyak warga kepulauan yang rawan pangan.

"Pada akhirnya bantuan untuk warga Miangas tidak sampai karena pada saat kapal singgah di setiap pulau diambil satu atau dua karung. Tapi beruntung saat ini pulau Miangas sudah dibangun bandara sehingga distribusi pangan semakin lancar," ujarnya.

Wagub menambahkan, persoalan kelangkaan pangan di daerah kepulauan tidak terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur serta tempat lainnya di daerah ini.

"Koordinasi menjadi penting dilakukan antara pemerintah daerah kabupaten dan kota dengan provinsi sehingga persoalan kerawanan pangan tidak terjadi lagi," ajaknya.***4***

(T.K011/B/G004/G004) 01-11-2016 19:47:58



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026