
Sulut raih Rp3 miliar berhasil tangani kemiskinan dan stunting

Manado (ANTARA) - Provinsi Sulawesi Utara mendapat Rp3 miliar dana insentif fiskal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas keberhasilan dalam penanggulangan kemiskinan dan stunting.
"Insentif fiskal dan penghargaan ini akan menjadi motivasi kuat bagi Pemprov Sulut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat," kata Gubernur Sulut Yulius Selvanus di Manado, Minggu.
Sebelumnya, Provinsi Sulut sukses mendominasi ajang bergengsi 'Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi yang digelar di Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5)
Provinsi Sulut meraih terbaik pertama tingkat provinsi kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.
Di kategori tersebut, Kota Tomohon juga meraih terbaik pertama tingkat kota, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (terbaik kedua kabupaten) dan Kota Manado (terbaik kedua tingkat kota).
Selanjutnya, masih di ajang yang sama Kota Bitung meraih terbaik pertama tingkat kota untuk kategori pengendalian inflasi.
"Dari deretan penghargaan ini, Sulut resmi mengukuhkan posisinya sebagai daerah percontohan di kawasan timur Indonesia, khususnya regional Sulawesi, dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang progresif, inovatif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat," kata Gubernur.
Gubernur menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota serta seluruh masyarakat di "Bumi Nyiur Melambai" atas prestasi yang dicapai.
"Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah provinsi, tetapi milik seluruh masyarakat Sulut," kata Gubernur.
Prestasi yang diraih tersebut adalah hasil kerja bersama, kolaborasi, dan komitmen seluruh daerah dalam mendukung program pembangunan nasional, terutama dalam menekan angka kemiskinan, stunting, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Saat ini angka prevalensi stunting Provinsi Sulut mencapai 20,6 persen, sementara angka kemiskinan pada September 2025 sebesar 6,62 persen, turun 0,09 persen poin terhadap Maret 2025.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
