
Menteri Agama sebut Pesparawi tampilkan kesemarakan dan pendalaman nilai religi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV di Manokwari, Papua Barat, harus menampilkan dua aspek utama secara seimbang, yakni kesemarakan perhelatan dan pendalaman nilai-nilai keagamaan.
"Pesparawi harus menampilkan dua hal. Pertama, kesemarakan sebagai bagian dari syiar keagamaan. Kedua, proses pendalaman dan penghayatan nilai-nilai religi. Kesemarakan tanpa penghayatan akan mubazir, tetapi penghayatan tanpa kesemarakan juga tidak meriah," kata Nasaruddin Umar membuka Kick Off Pesparawi XIV di Jakarta, Selasa.
Menag mengatakan kesemarakan dapat terlihat melalui berbagai kegiatan pendukung seperti pameran, atraksi budaya, panggung hiburan, pemasangan umbul-umbul, hingga kehadiran tokoh agama dan seniman dari berbagai daerah.
Ia juga mendorong masyarakat Manokwari memanfaatkan kehadiran para tokoh gereja yang datang dalam ajang tersebut untuk memberikan pencerahan keagamaan kepada masyarakat setempat.
“Banyak tokoh-tokoh yang sangat penting itu akan tumpah kuah ke Manokwari pada saat itu. Perguruan tinggi bisa memanfaatkan mereka, ya kemudian juga grup-grup kajian-kajian itu bisa memanfaatkan pakar-pakar yang datang,” kata Menag.
Kendati demikian, Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut mengingatkan agar semarak penyelenggaraan tidak menggeser tujuan utama Pesparawi sebagai sarana penguatan kehidupan beragama.
“Justru Perparawi itu hadir untuk kembali melakukan resakralisasi kehidupan beragama kita yang sekarang ini cenderung hambar,” kata Menag.
Nasaruddin juga berharap ke depan pelaksanaan Pesparawi dapat disinergikan dengan ajang serupa milik umat Katolik, yakni Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani), sehingga dapat menghadirkan perhelatan yang lebih meriah.
“Saya berharap ke depan jika memungkinkan bisa bersanding. Pembukaan dan penutupan bisa dilakukan bersama, sementara pelaksanaannya tetap di venue masing-masing,” katanya.
Ia menekankan bahwa paduan suara gerejawi merupakan bagian penting dari liturgi dan tata ibadah umat Kristen. Melalui nyanyian, pesan-pesan spiritual dan pengalaman rohani dapat disampaikan secara lebih mendalam kepada umat.
“Nyanyian merupakan bagian yang sangat substansial dalam liturgi. Apa yang keluar dari rasa akan mendarat ke dalam rasa yang lain. Karena itu paduan suara dan nyanyian memiliki peran penting dalam kehidupan beragama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa musik dan seni keagamaan juga berfungsi sebagai sarana penyiaran iman sekaligus pemersatu umat di tengah keberagaman denominasi maupun kelompok masyarakat.
Menag mengajak seluruh peserta dan penyelenggara Pesparawi XIV untuk menjadikan ajang tersebut tidak hanya sebagai kompetisi paduan suara, tetapi juga momentum memperkuat spiritualitas, toleransi, dan persaudaraan antarsesama.
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
