
Jemaat GMIM peringati Jumat Agung dan doakan keselamatan Sulut

Manado (ANTARA) - Sejumlah jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) memperingati Jumat Agung dan berdoa meminta perlindungan agar Sulawesi Utara selalu dalam perlindungan Tuhan.
"Dalam ibadah Jumat Agung tidak lupa kita mendoakan keselamatan Sulawesi Utara, terutama setelah terjadinya gempa bumi, karena semua atas kendali Tuhan," kata Ketua Jemaat GMIM Baitel Girian Atas Bitung Pdt Magdalena Lerah, di Kota Bitung, Jumat.
Ia mengajak jemaat untuk berdoa agar Sulawesi Utara selalu dalam perlindungan Tuhan.
Dalam khotbah, Pdt Magdalena mengatakan perayaan Jumat Agung mengingatkan tentang karunia Tuhan yang menyelamatkan manusia melalui pengorbanan Yesus Kristus.
"Ini bukan hasil ketaatan pada Taurat, bukan juga karena memberi korban persembahan. Semua adalah kasih karunia," ujarnya lagi.
Menurutnya, di tengah kesukaran, umat diajak teguh percaya, bersandar dan berharap pada Yesus lalu merespons anugerah dengan berlaku benar dalam hidup.
"Orang percaya harus meyakini Yesus Kristus yang menyelamatkan manusia dari hukuman dosa, penuh kuasa yang sanggup menolong umat dalam menghadapi dan mengatasi penderitaan," katanya.
Surat Ibrani, kata dia, menyebut begitu banyak nama sebagai saksi iman, bagaimana mereka teguh beriman hingga akhir. Kesaksian hidup mereka patut diteladani oleh orang percaya di masa kini.
Pada peringatan Jumat Agung, jemaat GMIM Baitel Girian Bitung juga melakukan perjamuan kudus pada sore hari pukul 15.00 Wita.
Sementara ibadah Jumat Agung di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Tiberias Malalayang Manado, Pdt Jefry Manitik, menyebutkan kematian Yesus Kristus di kayu salib 2.000 tahun lalu itu, harus dimaknai dengan penebusan dosa bagi umat manusia.
"Kita juga memaknai bencana alam seperti gempa bumi di Sulut untuk mengintrospeksi iman kita, dengan selalu taat menjalankan firman Tuhan," ujarnya.
Jemaat di Kota Manado dan Bitung antusias mengikuti ibadah Jumat Agung di semua gereja yang tersebar di wilayah itu.
Sementara itu, gempa bumi magnitudo 7,6 berpusat di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4) pukul 06.48 Wita, guncangan dirasakan warga di Bitung dan Manado (Sulut) hingga Ternate (Maluku Utara).
Pewarta : Nancy L Tigauw
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
