Logo Header Antaranews Manado

PJN Wilayah I siapkan alat-personel siaga banjir dan longsor

Kamis, 5 Maret 2026 21:55 WIB
Image Print
PJN Wilayah I, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara menyiapkan peralatan dan personel bersiaga banjir dan tanah longsor menjelang Idul Fitri. Foto: longsor yang terjadi di ruas jalan Tomohon-Manado pada beberapa waktu lalu. ANTARA

Manado (ANTARA) - PJN Wilayah I, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara menyiapkan peralatan dan personel bersiaga banjir dan tanah longsor menjelang Idul Fitri.

"Sejumlah titik di wilayah kerja kami berpotensi tanah longsor dan banjir bila terjadi cuaca ekstrem," kata Kasatker PJN Wilayah I, Ringgo Radetyo di Manado, Kamis.

Dia menyebutkan, ada sebanyak 19 titik potensi longsor akibat cuaca ekstrem yang tersebar di Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten.

Selanjutnya, enam titik potensi banjir berada di Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Manado.

"Ini memang harus diwaspadai dan menuntut kesiapan armada maupun personel sehingga mudah dimobilisasi bila terjadi banjir dan tanah longsor yang mengganggu mobilitas menjelang dan selama Idul Fitri," kata Ringgo.

Saat ini, kata dia, telah disiapkan sebanyak 12 dump truck dan pick up serta enam alat berat yang disiagakan di workshop Kinilow-Tomohon, batas Kota Manado dan Kota Tomohon, batas Kota Manado dan Tumpaan (Kabupaten Minahasa Selatan), MORR I (Interchange), Kapitu-Worotican dan Kema (Kabupaten Minahasa Utara).

"Jumlah alat berat dan pengangkut material masih akan bertambah sampai menjelang Lebaran nanti," ujarnya.

Ringgo menambahkan, selain peralatan, personel yang disiagakan sebanyak 57 orang.

Lima puluhan personel tersebut terdistribusi di workshop Kinilow-Tomohon sebanyak lima orang, sementara di batas Kota Manado dan Kota Tomohon (12 orang).

Selanjutnya, batas Kota Manado dan Tumpaan (Kabupaten Minahasa Selatan) sebanyak 12 orang, MORR I Interchange (10 orang), Kapitu-Worotican (10 orang) dan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (delapan orang).

"Kami berharap warga berhati-hati apabila melakukan aktivitas berkendara saat kondisi cuaca ekstrem, terlebih ketika melintasi titik-titik rawan banjir dan tanah longsor," ajak Ringgo.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026