Logo Header Antaranews Manado

Menhan: Direksi bank milik negara yang rugikan negara akan diganti

Sabtu, 31 Januari 2026 17:29 WIB
Image Print
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (keempat kiri) didampingi Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir (kanan) berjabat tangan dengan peserta saat Retret PWI tahun 2026 di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026). Retret PWI tahun 2026 yang diikuti 162 peserta dari seluruh Indonesia dengan mengambil tema Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi dan Keamanan Nasional tersebut berlangsung selama empat hari mulai 29 Januari hingga 1 Februari. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wpa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan mengganti jajaran direksi Bank Himbara (himpunan bank milik negara) yang dianggap merugikan negara.

Hal tersebut harus dilakukan agar bank milik negara dapat bekerja lebih efektif demi memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.

"Bank Himbara itu lebih menguntungkan pengusaha besar daripada pengusaha kecil untuk dikasih kredit. Oleh karena itu, Presiden akan memutuskan ganti semua direksi Bank Himbara," kata Sjafrie saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang mengikuti retret di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM) di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Menurut Sjafrie, sejauh ini banyak bank negara maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya yang dinilai kurang mendulang keuntungan bagi negara.

Hal tersebut, lanjut Sjafrie, bisa terjadi karena banyak jajaran direksi perusahaan yang tidak bekerja dengan maksimal, bahkan cenderung menguntungkan diri sendiri.

Karenanya, lanjut Sjafrie, pemerintah akan memilih para direksi bank negara dan BUMN lainnya dengan cara seleksi ketat, mempertimbangkan kemampuan intelektual dan pengalaman.

"Kita ganti dengan mereka yang mempunyai kemampuan intelektual, kemampuan praktisi tapi dia cinta tanah air," kata Sjafrie.

"Kita tidak lagi mengambil mereka yang sudah lama bercokol di BUMN," tegas dia.

Setelah memberikan sambutan, Sjafrie kembali menegaskan niat pemerintah mencari generasi baru direksi BUMN saat ditanya awak media dalam jumpa pers.

"Pemerintah mencari generasi generasi muda yang militan, kapabel, dan kredibel untuk kita beri tugas dan tanggung jawab untuk mengendalikan perahu perjuangan ekonomi kita," jelas dia.

Namun demikian, Sjafrie tidak menjelaskan secara rinci skema seleksi tersebut.





Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026