
ESDM rekam 111 kali gempa embusan Gunung Karangetang di Siau

Manado (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada periode evaluasi 16-30 April 2026 merekam 111 kali gempa embusan Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
"Terekam juga sebanyak delapan kali gempa tremor nonharmonik, dua kali gempa tornillo, tiga kali gempa hybrid/fase banyak, 50 kali gempa vulkanik dangkal, 27 kali gempa vulkanik dalam, 28 kali gempa tektonik lokal, satu kali gempa terasa pada skala I MMI dan 189 kali gempa tektonik jauh," kata Pelaksana Tugas Badan Geologi Lana Saria dalam laporan diterima di Manado, Senin.
Dari hasil evaluasi, kondisi visual pada kawah utama (selatan) tidak teramati adanya kejadian guguran/erupsi efusif, tinggi asap maksimum mencapai 400 meter di atas puncak gunung, suara gemuruh kadang terdengar di pos gunung api.
Kondisi kawah utara teramati asap putih sedang hingga tebal tinggi maksimum 400 meter di atas puncak, sinar api pada kolom asap teramati setinggi maksimum 30 meter, suara gemuruh kadang terdengar lemah hingga sedang, aktivitas erupsi efusif berupa aliran lava tidak teramati selama periode ini.
Kegempaan dalam periode ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan minggu sebelumnya, gempa embusan menurun, namun intensitas masih tinggi.
Ia mengatakan pentingnya mewaspadai adanya awan panas guguran di mana kubah lava lama masih ada di puncak yang sewaktu-waktu dapat runtuh bersamaan dengan keluarnya lava.
Karakteristik awan panas guguran Gunung Karangetang terjadi dari penumpukan material lava yang gugur/longsor.
Ia juga menyatakan pentingnya mewaspadai terjadinya luncuran lava dari kawah utara menuju arah barat daya–selatan serta kejadian lahar di waktu hujan deras di puncak.
Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi secara menyeluruh hingga 30 April 2026, tingkat aktivitas Gunung Karangetang pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.
Beberapa rekomendasi yang harus dipatuhi yaitu masyarakat, pengunjung, wisatawan, atau pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utama (selatan) dan kawah dua (utara), serta 2,5 kilometer pada sektor barat daya dan selatan dari kawah utama.
Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
