Manado (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) mendorong semua tempat ibadah menggunakan metode pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
"Hal ini dilakukan untuk meningkatkan penggunaan digital, tidak hanya di sektor perdagangan saja, namun juga bisa dengan sosial keagamaan," kata Kepala BI Kantor Perwakilan Sulut Joko Supratikto di Manado, Kamis.
Dia mengatakan BI telah melakukan sosialisasi dan edukasi ke berbagai tokoh agama, termasuk pengurus masjid, gereja, pura dan vihara.
Pihaknya berharap tempat-tempat ibadah semakin terdigitalisasi.
Ia menjelaskan digitalisasi pembayaran bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membangun kepercayaan dan kebiasaan baru dalam bertransaksi.
Setiap kali menggunakan QRIS, katanya, baik bertransaksi secara elektronik, sesungguhnya sedang berkontribusi pada perekonomian Indonesia yang lebih efisien, transparan dan modern.
Implementasi QRIS juga dapat membantu mengurangi risiko kehilangan atau pencurian dana yang biasa disimpan dalam kotak amal fisik.
Dengan demikian, dana umat akan lebih terjaga dan transparan dalam pengelolaannya.

