Manado (ANTARA) - Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dengan dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Ditjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, melakukan pemberdayaan petani kelapa lewat teknologi tepat guna di Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.
"Pemberdayaan petani kelapa di Desa Lopana lewat teknologi tepat dalam panjat pohon kelapa," kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unsrat Ade Yusupa di Manado, Sulut, Selasa.
Dia mengatakan program pengabdian kepada masyarakat menghadirkan inovasi teknologi tepat guna bagi petani kelapa di Desa Lopana.
Tim dosen dari Universitas Sam Ratulangi bersama mitra perguruan tinggi lain memperkenalkan alat tepat guna panjat pohon kelapa sebagai solusi aman dan efisien untuk meningkatkan produktivitas tanaman kelapa.
Dia menjelaskan program ini langsung menunjukkan hasil. Jika sebelumnya petani hanya bisa memanen15–20 butir kelapa per hari, setelah menggunakan alat tepat guna panjat, jumlah itu meningkat hingga 40–50 butir per hari.
Produktivitas naik lebih dari 150 persen tanpa menambah biaya besar.
Ade Yusupa mengatakan teknologi ini diharapkan mampu mendorong petani lebih produktif dan sejahtera.
“Melalui alat tepat guna panjat dan pemasaran digital, petani tidak hanya panen lebih cepat dan aman, tapi juga bisa menjual dengan harga lebih baik ke pasar yang lebih luas," katanya.
Hal ini, katanya, sejalan dengan program nasional mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam peningkatan kesejahteraan petani, penciptaan lapangan kerja layak, dan ketahanan pangan lokal.
Kegiatan juga sejalan dengan agenda Astacita Nasional untuk membangun kemandirian desa lewat inovasi teknologi.
Dengan dukungan kolaborasi dosen dari Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Manado serta pendanaan dari DPPM Ditjen Risbang Kemdiktisaintek 2025, Desa Lopana diharapkan bisa menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna dalam sektor pertanian yang berkelanjutan.

