Logo Header Antaranews Manado

Sulut ajak Maluku kerja sama perdagangan

Kamis, 13 Maret 2014 11:27 WIB
Image Print
Gubernur Sulut, Sinyo H Sarundajang (1)

Manado, (ANTARA Sulut) - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Dr Sinyo Harry Sarundajang mengajak Gubernur Maluku Ir Said Assegaf bekerja sama bidang pemasaran dan perdagangan produk-produk sumber daya alam serta kerja sama dalam memperkuat pertahanan regional khususnya di wilayah Indonesia timur.


Tawaran kerja sama itu disampaikan Gubernur Sarundajang ketika mengadakan pertemuan dengan Gubernur Maluku Ir Said Assegaff didampingi Wakil Gubernur Maluku Dr Zeth Sahuburua di Kantor Gubernur Maluku, Ambon awal pekan ini (11/3), kata Kabag Humas Pemprov Sulut Yudhistira Siwu di Manado, Kamis.


Pertemuan itu berlangsung sehari setelah (10/3) Ir Said Assegaff dan Dr Zeth Sahuburua sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2014-2019 oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, kata Yudhistira.


Dalam pertemuan tersebut Gubernur Sarundajang didampingi Kepala Bappeda Sulut Ir Royke O. Roring, MSi, Kadis Perkebunan Sulut Ir Jenny Karouw, MSi, Kadis Koperasi & UKM Sulut Maurits Berhandus, SH, MSi, Kadis Perindag Sulut Olvie Ateng, SE, MSi, dan Kadis Kelautan dan Perikanan Sulut Ir. Ronald Sorongan.


"Sulut dan Maluku memiliki banyak similarity (kesamaan) dalam berbagai bidang. Kita sama2 provinsi kepulauan, dan juga mempunyai kandungan sumber daya alam melimpah, "kata Sarundajang dikutip Yudhistira.


Melalui perdagangan antar pulau di kawasan regional ini, pelabuhan Bitung sebagai International Hub Port akan semakin nyata pengaruhnya sebagai salah satu pintu gerbang di pasifik, jelas Sarundajang.


Sementara itu, Gubernur Assegaff menyatakan kagum dengan inisiatif Gubernur Sarundajang tersebut dan berjanji akan segara menindaklanjutinya melalui program-program Pemprov Maluku kedepan.


"Ini adalah hal sangat luar biasa dan harus didukung. Masa depan Indonesia ada di wilayah Timur dan sekarang sudah era Pasifik, kata Assegaff sambil menambahkan konsep Pak Sarundajang sangat relevan untuk pembangunan kawasan Indonesia timur, sebagaimana dikutip Judhistira.
(guntur/@antarasulut.com)



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026