Logo Header Antaranews Manado

Aktivitas Gunung Awu di Sangihe didominasi gempa vulkanik dangkal

Kamis, 27 Agustus 2026 18:17 WIB
Image Print
Badan Geologi masih menetapkan status waspada (Level II) Gunung Awu di kabupaten Kepulauan Sangihe. ANTARA/HO-ESDM

Manado (ANTARA) - Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria mengatakan aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara didominasi gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik jauh

"Dari pengamatan instrumental periode 1-15 Agustus 2026 terekam sebanyak 323 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dengan rata-rata 21 kejadian per hari, 32 kali gempa vulkanik dalam (VA), satu kali gempa tektonik lokal, empat kali gempa terasa skala I-II MMI dan 523 kali gempa tektonik jauh (TJ)," kata Lana Saria dalam laporan evaluasi Gunung Awu yang diterima ANTARA di Manado, Kamis.

Energi gempa-gempa vulkanik secara keseluruhan, berdasarkan nilai perataan amplitudo rekaman gempa 'Real Time Seismic Amplitude Measurement' (RSAM) menunjukkan nilai fluktuatif.

Grafik RSAM secara umum masih mengalami peningkatan yang dipengaruhi aktivitas gempa tektonik yang masih tinggi di sekitar G. Awu, sementara gempa vulkanik dangkal saat ini juga masih tetap tinggi.

Berdasarkan evaluasi pengamatan visual kawah Gunung Awu tidak mengalami perubahan yang signifikan sejak awal bulan Juli 2024, dimana embusan asap kawah tidak teramati dari Pos Pengamatan Gunung Api.

Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas hembusan asap masih berkisar di dalam kawah, dan tidak melewati puncak yang mengartikan tidak terjadi peningkatan temperatur di dalam kawah dibandingkan periode sebelumnya.

Meskipun demikian, aktivitas kegempaan dan akumulasi tekanan mengalami peningkatan pada kedalaman dangkal, sehingga secara umum kondisi Gunung Awu pada saat ini masih di atas normal.

Potensi bahaya Gunung Awu yang mungkin terjadi berupa erupsi magmatik eksplosif yang menghasilkan lontaran material pijar dan/atau aliran piroklastik, erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunung api maupun material erupsi sebelumnya.

Potensi pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan.

Potensi bahaya lain berupa hembusan gas vulkanik yang dapat membahayakan jiwa apabila konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.

Pada tingkat aktivitas Level II (Waspada) direkomendasikan antara lain masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak beraktivitas di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat kawah Gunung Awu.





Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026