
Forum Bahasa Media Massa Sulut terbentuk

FBMM Sulut 2013 hingga 2016, Ketua Guido Merung, Kepala Biro Antara Sulut, Wakil Ketua Armin Madika Redaktur Pelaksana Harian Komentar, Sekretaris Maxi J Katiandagho Reporter RRI Pro 4 Manado, Wakil Sekretaris Irene DC Rindorindo staf pada Balai Baha
Manado, (AntaraSulut) - Forum Bahasa Media Massa Sulawesi Utara terbentuk sebagai upaya meningkatkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam informasi media yang dibaca masyarakat.
"Bahasa Indonesia harus menjadi pedoman dalam penulisan artikel, berita serta tulisan lainnya di media massa baik cetak, elektronik maupun media online," kata Ketua Umum FBMM Indonesia TD Asmadi ketika membentuk FBMM Sulut di Manado, Jumat.
Terbentuknya pengurus FBMM Sulut merupakan yang ke-17 di seluruh Indonesia.
Komposisi pengurus FBMM Sulut 2013 hingga 2016, Ketua Guido Merung, Kepala Biro Antara Sulut, Wakil Ketua Armin Madika Redaktur Pelaksana Harian Komentar, Sekretaris Maxi J Katiandagho Reporter RRI Pro 4 Manado, Wakil Sekretaris Irene DC Rindorindo staf pada Balai Bahasa Sulut, Bendahara Yoseph E Ikanubun Ketua AJI Manado juga redaktur Harian Metro.
Kelengkapan organisasi lainya, yakni Seksi Media Cetak dipercayakan pada Idham Malewa, Koordinator Liputan Manado Post, Seksi Media Elektronik Denny Rumbayan, wartawan Radio Smart FM dan Seksi Media Online dipegang Adri Mamangkey yang dikenal Pemimpin Redaksi www.manadotoday.com.
Asmadi yang sejak tahun 1975 hingga 2003 dikenal sebagai Wartawan Kompas mengatakan, wartawan harus memelihara dan membela Bahasa Indoensia.
"Wartawan adalah pendekar bahasa, karena itu dia harus mampu memelihara dan membela Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan bangsa," kata Asmadi.
Melalui tulisan atau suara wartawan berarti sudah memasyarakatkan penggunaan Bahasa Indonesia yang bernalar.
"Indonesia termasuk luar biasa dalam soal bahasa, karena memiliki bahasa nasional, Bahasa Indonesia. Negara maju seperti Amerika sendiri, belum punya bahasa nasional yang menjadi bahasa resmi, karena itu mari kita mencintai Bahasa Indonesia," kata Pengajar di LPDS dan Universitas Multi Media Nusantara tersebut.
Selain tugas mulia memelihara dan membela Bahasa Indonesia, wartawan juga diharapkan membantu menemukan kata baru yang sudah mengakar di masyarakat untuk diusulkan menjadi bahasa baku nasional.
"Kata "gengsi" dimunculkan Rosihan Anwar, wartawan hebat yang pernah ada di Indonesia," kata Asmadi mencontohkan peran wartawan terhadap kekayaan Bahasa Indonesia.***4***
(T.J009/B/N002/N002) 28-06-2013 11:09:27
Pewarta : Guido Merung
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
