Logo Header Antaranews Manado

Rakercab DPC ADAKSI Unima dorong dosen berintegritas-berdaya saing digital

Selasa, 17 Februari 2026 18:51 WIB
Image Print
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Dosen Aparatur Sipil Negara Seluruh Indonesia (ADAKSI) Universitas Negeri Manado (Unima) berfoto bersama. DPC Adaksi sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Senin (16/2). Antara/HO-Adaksi

Manado (ANTARA) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Dosen Aparatur Sipil Negara Seluruh Indonesia (ADAKSI) Universitas Negeri Manado (Unima) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Senin (16/2).

Berdasarkan rilis kepada Antara, kegiatan ini menghadirkan pemateri dari DPP ADAKSI, Eliyah Acantha Manapa Sampetoding, dan Prof Dr Nikolas Fajar Waryuningrat, yang membahas pentingnya membangun anggota ADAKSI yang berdampak, profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas Tridarma perguruan tinggi.

Turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Unima Prof Mister Gideon Maru, Dekan Fakultas Teknik UNIMA Dr Hendro Maxwell Sumual, serta sejumlah Wakil Dekan dan Pimpinan Prodi di lingkungan universitas tersebut.

Kehadiran para pimpinan universitas ini menunjukkan dukungan terhadap penguatan peran dosen melalui organisasi profesi.

Mewakili DPP Sebagai Dewan Pakar Mercy M F Rampengan menyampaikan sinergitas antara DPP, DPW, dan DPC dalam memperjuangkan kesejahteraan dosen.

"Kita mendukung ADAKSI Berdampak untuk kebaikan Unima. Salah satu fokus utama dalam Rakercab adalah mendorong penyusunan Policy Brief digital dan Business Proccess Management (BPM) di lingkungan kampus," katanya.

Ini sebagai bentuk kontribusi pemikiran akademik terhadap kebijakan pendidikan pada tahun 2026.

DPC ADAKSI Uima menegaskan kesiapan sumber daya manusia untuk terlibat aktif dalam pengembangan kebijakan berbasis riset.

Ketua DPC ADAKSI Rudy Pardanus, menyampaikan apresiasi atas semangat kolektif anggota.

“Kami sangat bersyukur hadirnya tunjangan kinerja ini atas kesadaran perjuangan kolektif melalui ADAKSI” ungkapnya.

Rudy juga menyampaikan ide terkait Gembong Digital untuk dosen dan Metaverse dalam hal ruang Tri Dharma Tanpa Batas. Penggunaan digital mendorong transparan.

Bagi ADAKSI, memperjuangkan adopsi Blockchain berarti memperjuangkan sistem yang bersih, adil, dan transparan bagi semua anggotanya.

Hal ini terkait strategis Transformasi Digital Berbasis Kearifan Lokal dalam hal Integrasi AI, Blockchain, dan Metaverse dalam tata kelola Unima untuk mendukung kesejahteraan Dosen.

Rakercab juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pertama penguatan advokasi kenaikan pangkat dosen. kedua, pelatihan penulisan karya ilmiah. ketiga, pelatihan literasi digital bagi dosen, khususnya dalam penggunaan berbagai aplikasi pendukung pembelajaran dan administrasi. keempat, forum mendorong terbangunnya kolaborasi eksternal lintas disiplin antardosen.

Khusus bagi anggota aktif ADAKSI Unima, guna meningkatkan produktivitas akademik dan pengabdian masyarakat.

Dalam bidang kesejahteraan, peserta Rakercab berharap adanya, pertama, realisasi rapelan tunjangan kinerja periode 2020–2024. kedua penerapan prinsip “Tukin for all” bagi seluruh dosen ASN tanpa memandang status satker, BLU, maupun badan hukum.

Selain itu Rakercab juga menyoroti fakta bahwa tunjangan fungsional dosen hampir 20 tahun tidak mengalami kenaikan nilai.

Para peserta berharap kementerian terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut.

ADAKSI Unima turut menyampaikan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto, sebagai putra Sulawesi Utara, agar dapat mendorong peningkatan kesejahteraan dan perhatian terhadap profesi dosen di Indonesia.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026