
580 Buruh Sampah Manado Jadi Peserta Jamsostek

"Risiko kerja mereka kan tinggi, jadi harus ada jaminan kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti kecelakaan atau kematian dan perlindungan itu bisa ditemukan di Jamsostek," kata Rudy.
Manado (ANTARA Sulut) - Pemerintah Kota Manado mengikutkan 580 buruh sampah menjadi peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) guna memberikan perlindungan bila terjadi musibah dalam menjalankan tugas.
Rudy berharap apa yang dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Manado tersebut bisa dicontoh oleh instansi lain di Manado yang menggunakan jasa pihak ketiga seperti Satuan Polisi Pamong Praja yang masih mempekerjakan karyawan kontrak.
"Risiko kerja mereka kan tinggi, jadi harus ada jaminan kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti kecelakaan atau kematian dan perlindungan itu bisa ditemukan di Jamsostek," kata Rudy.
Apalagi, katanya, santunan yang diberikan Jamsostek saat ini jauh lebih besar, maka menjadi keharusan seluruh perusahaan mengikutsertakan karyawannya sebagai peserta Jasmsostek.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Manado Julises Oehlers mengatakan mengikutsertakan para tenaga buruh dalam Jamsostek adalah program pemerintah sehingga pihaknya berusaha agar hal tersebut terlaksana.
"Ini memang program pemerintah, dan instruksi dari wali kota agar ada jaminan bagi para buruh untuk bekerja, baik saat sakit maupun mengalami risiko kematian saat bekerja," kata Oehlers.
Ia mengatakan berdasarkan data terakhir 580 yang memenuhi syarat usia, tetapi setelah pihaknya melakukan verifiasi kembali ada 50 orang yang juga masih bisa diikutsertakan, maka mereka akan mulai menjadi peserta bulan depan.
"Kami berharap para buruh di Dinas Kebersihan dan Pertamanan bisa merasa lega, karena sudah ada jaminan serta menjadi bentuk kepatuhan kami terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku," kata Oehlers. ***4***
(T.KR-JHB/B/R007/R007) 03-05-2013 18:11:33
Pewarta : Oleh: Joyce Bukarakombang
Editor:
Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
