
Sekdaprov Sulut: DWP penyanggah kinerja ASN

Manado (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, mengatakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) memiliki peran strategis penyangga kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus mitra pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan.
"Budaya DWP berakar pada Panca Dharma Wanita yang mencerminkan lima peran utama perempuan," kata Tahlis pada Sosialisasi Etika dan Tanggung Jawab dalam Organisasi Dharma Wanita Persatuan di Manado, Selasa.
Kelima peran utama tersebut yaitu sebagai pendamping suami, pengelola rumah tangga, pendidik anak dan penerus keturunan, pencari nafkah tambahan, serta warga negara yang aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
“DWP memiliki tanggung jawab besar menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, stabil, dan penuh integritas. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kedisiplinan dan profesionalitas ASN dalam menjalankan tugas negara,” ujarnya.
Pada sosialisasi kerja sama DWP Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Utara, Ketua DWP Sulawesi Utara, Resky Amalia Gallang mengharapkan pentingnya partisipasi aktif seluruh anggota DWP di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini.
Menurut dia, organisasi perempuan harus mampu berkontribusi nyata dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, meskipun berperan sebagai pendamping ASN.
“DWP harus memanfaatkan setiap kegiatan secara maksimal agar dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan mendukung pelayanan terbaik kepada suami sebagai ASN,” katanya.
Resky menjelaskan anggota DWP memiliki peran ganda, yakni sebagai istri ASN sekaligus wajah organisasi publik yang turut mencerminkan citra pemerintah daerah di mata masyarakat.
Ia menekankan pentingnya fondasi etika dalam berorganisasi, seperti menjaga kehormatan suami, instansi, dan organisasi, menghindari gaya hidup mewah atau flexing di media sosial, saling menghargai antaranggota, serta bijak menggunakan media sosial agar tidak memicu polemik publik.
Selain etika, integritas juga disebut sebagai jangkar utama perilaku anggota DWP yang diwujudkan melalui kejujuran, transparansi dalam pengelolaan program dan keuangan organisasi, tidak memanfaatkan jabatan suami untuk kepentingan pribadi, serta konsisten menjalankan aturan organisasi.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
