
ESDM imbau masyarakat tak beraktivitas di radius bahaya Gunung Awu

Manado (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di radius bahaya Gunung Awu setelah status gunung api di Pulau Sangihe tersebut dinaikkan menjadi Level III (Siaga).
"Masyarakat direkomendasikan agar tidak memasuki dan tidak beraktivitas dalam wilayah radius empat kilometer dari pusat kawah Gunung Awu," ajak Pelaksana Tugas Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan khusus peningkatan aktivitas Gunung Awu yang diterima ANTARA di Manado, Sabtu.
Masyarakat juga diharapkan tetap tenang dan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas Gunungapi Awu.
Dalam laporan itu disebutkan, aktivitas kegempaan Gunung Awu cenderung meningkat sejak April 2024, terutama pada gempa vulkanik dangkal.
Peningkatan swarm gempa vulkanik pernah terjadi pada tanggal 24 dan 25 Agustus 2024 dengan gempa vulkanik dangkal terekam sebanyak 364 kali kejadian.
Pemantauan kegempaan pada tanggal 118 Mei 2026 terekam sebanyak 519 kali gempa vulkanik dangkal (VB), 24 kali gempa vulkanik dalam (VA), empat kali gempa tektonik lokal (TL), dan 454 kali gempa tektonik jauh (TJ).
Pada tanggal 19 Mei 2026 pukul 00.00–12.00 WITA telah terekam 74 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dan tiga kali gempa vulkanik dalam (VA).
Peningkatan kegempaan ini merupakan peningkatan gempa dangkal yang kedua setelah tanggal 4 Mei 2026, dengan rekaman gempa vulkanik dangkal mencapai 74 kejadian.
Hembusan asap kawah teramati berwarna putih tipis hingga sedang dengan ketinggian berkisar antara 10–200 meter di atas kubah lava.
Peningkatan aktivitas kegempaan ini perlu diwaspadai, mengingat Gunung Awu telah mengalami beberapa kali peningkatan kegempaan sejak tahun 2024 dan karakter erupsi yang dapat berlangsung dengan cepat.
Potensi bahaya yang dapat terjadi berupa erupsi magmatik maupun erupsi freatik sementara potensi pembongkaran kubah lava juga dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan.
Terjadinya peningkatan gempa vulkanik dangkal tersebut, tingkat aktivitas Gunung Awu dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak tanggal 19 Mei 2026 pukul 13.00 WITA.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
