Logo Header Antaranews Manado

Talaud andalkan perikanan tangkap

Jumat, 20 Juli 2012 11:22 WIB
Image Print
Ikan Cakalang salah satu potensi yang dikembangkan Pemkab Talaud.
"Potensi perikanan tangkap yang dominan dilakukan nelayan-nelayan di kabupaten ini adalah penangkapan ikan Tuna, Tongkol dan Cakalang," kata Dachlan

Manado, ( Antara Sulut) - Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Leida E Dachlan mengatakan, daerahnya akan mengembangkan potensi perikanan tangkap yang tersedia cukup besar.

"Potensi perikanan tangkap yang dominan dilakukan nelayan-nelayan di kabupaten ini adalah penangkapan ikan Tuna, Tongkol dan Cakalang," kata Dachlan di Manado, Jumat.

Dia mengatakan, walaupun potensi perikanan tangkap cukup besar, namun baru sebagian kecil yang dimanfaatkan nelayan karena keterbatasan alat tangkap, kapasitas kapal serta fasilitas pengelolaan hasil tangkapan yang dibangun di Kabupaten Talaud.

Karena itu menurut dia, kebanyakan hasil tangkapan nelayan langsung dijual ke kapal penampung, dan hanya sebagian kecil nelayan yang membawa langsung ke Kota Manado sebagai pasar strategis transaksi ikan Tuna, Tongkol dan Cakalang.

"Mungkin kalau di Kabupaten Talaud sudah ada fasilitas pengolahan hasil tangkapan, akan lain ceritanya. Ikan hasil tangkapan nelayan langsung dikelola di sini dan tetap terjaga kualitasnya," kata dia.

Dia menambahkan, tahun ini untuk membantu memaksimalkan hasil tangkapan nelayan, pemerintah daerah memberikan fasilitas perahu pajeko, pumboat atau pun rumpon kepada masyarakat.

Fasilitas yang diberikan kepada kelompok masyarakat ini menurut dia, akan membantu kapasitas hasil tangkapan, serta daya jangkau kapal penangkap ikan.

"Nah kita berharap, semakin banyak penguatan-penguatan yang diberikan kepada kelompok masyarakat nelayan, secara perlahan kita mulai memaksimalkan potensi perikanan yang tersedia di perairan Kabupaten Talaud," katanya.

Dia berharap, dari hasil tangkapan nelayan yang terus meningkat dapat membantu peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan secara bertahap.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026