Logo Header Antaranews Manado

Bitung Berpeluang Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Rabu, 12 Januari 2011 09:23 WIB
Image Print
Bitung. (Foto : Batalyon Hanson).

Bitung, (Antaranews) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bitung, Adri Mewengkeng, meyakini bila Bitung berpeluang menjadi satu-satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sulawesi utara.

"Kota Bitung berpeluang besar menjadi salah satu daerah Kawasan Ekonomi Khusus di Sulawesi Utara," ujar Adri Mewengkang melalui Sekretarisnya, Jantje J Sakul, di Bitung, Rabu.

Dia mengatakan Kementrian Perindustrian saat ini sudah membiayai pembuatan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Kota Bitung.

"Kajian Amdal sudah dilakukan, bahkan yang melakukannya dari tim Kampus Universitas Indonesia (UI), untuk KEK dan tinggal menunggu 'detail engineering'," ujarnya.

"Detail engineering" tersebut, lanjutnya, sebagai salah satu bentuk pembagian terhadap jenis-jenis industri, dengan
maksud agar industri kecil sudah disiapkan lokasinya, begitu juga lokasi bagi indsutri besar.

"Dengan adanya perencanaan gambar tersebut, otomatis setiap investor yang masuk akan diarahkan ke tempat yang sudah ditetapkan, tentunya dengan difasilitasi oleh pemerintah setempat," katanya.

Adapun luas kawasan yang sudah disiapkan sebagai Daerah KEK, lanjut Sakul, sekitar lima hektar dan lokasinya berada di Tanjung Merah, Manembonembo, Bitung, Sulawesi Utara.

Sakul mengatakan master plan untuk KEK itu sendiri sudah siap, sehingga dirinya berkayakinan bila Kota Bitung
berpeluang besar ditetapkannya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.

"Dengan ditetapkannya Kota Bitung sebagai KEK, otomatis akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Bitung pada umumnya, dimana ekonomi kerakyatan meningkat bahkan peluang kerja lebih besar sehingga daerah akan langsung menerima manfaatnya," ujarnya.

Dia berharap KEK tersebut segera ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Namun demikian, dia berharap ketika KEK sudah ditetapkan, sebaiknya memiliki badan sendiri
untuk mengelola KEK tersebut, agar tidak terjadi tumpang tindih.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026