Logo Header Antaranews Manado

DKPP RI Gelar Ngetren dengan media di Manado

Kamis, 10 Desember 2020 14:38 WIB
Image Print
Diskusi Ngetren dengan Media di Manado (Jo/ANTARA) (1)
Soal data pemilih, itu terjadi karena penyelenggara tidak percaya kepada catatan sipil demikian sebaliknya

Manado (ANTARA) - Komisioner DKPP RI, Dr. alfitra, mengatakan, Sulawesi Utara, merupakan daerah dengan tingkat ketidaknetralan ASN tertinggi saat Pilkada, di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dr. Alfitra dalam diskusi "ngetren" (ngobrol etika penyelenggara pemilu dengan media) yang dilaksanakan DKPP dengan media massa di Manado, Selasa malam, di hotel Four Points.

Berbicara mengenai kesalahan dalam penyelenggaran Pilkada yang berulang, yakni masalah DPT, yang menyebabkan penyelenggara pemilihan selalu terseret sampai ke mahkamah konstitusi, dan juga logistik, Alfitra mengatakan itu karena sistem yang tak sempurna.

"Soal data pemilih, itu terjadi karena penyelenggara tidak percaya kepada catatan sipil demikian sebaliknya, sehingga data yang seharusnya menjadi kewenangan dinas catatan sipil, malah diurusi oleh KPU, maka menjadi tidak beres, sebenarnya saling percaya saja," katanya.

Sedangkan masalah logistik kesalahannya, karena Indonesia sangat pintar dalam membuat aturan, lemah dalam mengeksekusi aturan yang dibuat.

Sementara ketua AJI Manado, Lynvia Yintzi Mandey-Gunde, yang juga hadir sebagai pembicara mengatakan, dalam melaksanakan tugasnya, media harus independen, namun tidak bisa netral.

"Tidak netral di sini artinya, berpihak pada kebenaran, apapun yang harus dibela adalah kebenaran, bukan hal yang lain," tegasnya.

Diskusi Ngetren itu juga diisi dengan dialog antara komisioner DKPP dan para peserta yang merupakan pekerja media, dimana hadir sebagai pemateri, Dr. Alfitra Salam, Lynvia Mandey-Gunde dan Pakar ilmu politik Unsrat, Dr. Ferry Liando. ***




Pewarta :
Editor: Christian Alberto Kowaas
COPYRIGHT © ANTARA 2026