Nokia akui penentuan spektrum jadi tantangan implementasi 5G
Kamis, 15 Agustus 2019 16:17 WIB
Kepala Nokia Indonesia KP Goh (kanan) dan Kepala Teknologi 5G Nokia Brian Cho melambaikan tangan sebagai simbol 5G dalam acara Nokia 5G Innovation Day di Jakarta, Kamis (15//8/2019). (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan telekomunikasi Nokia mengatakan salah satu tantangan mereka untuk mengimplementasikan jaringan 5G di Indonesia adalah penentuan spektrum yang akan dialokasikan untuk jaringan tersebut.
"Kami terus berdiskusi dengan pemerintah tentang apa yang diperlukan untuk jaringan 5G," kata Kepala Nokia Indonesia KP Goh dalam acara Nokia 5G Innovation Day di Jakarta, Kamis.
Namun, Pemerintah Indonesia belum menetapkan frekuensi mana yang akan dialokasikan untuk jaringan seluler generasi terbaru 5G.
Nokia menilai frekuensi yang ideal untuk jaringan 5G di Indonesia adalah 3,5GHz untuk middle band dan 28GHz untuk gelombang milimeter.
Kementerian Komunikasi dan Informatika, pada April, menyatakan akan menetapkan frekuensi jaringan 5G setelah penetapan pita frekuensi 5G oleh organisasi komunikasi radio dunia dalam Konferensi Komunikasi Radio Dunia (WRC) pada Oktober 2019.
Kominfo berencana memanfaatkan frekuensi middle 3,5GHz yang sudah digunakan untuk satelit.
Jika 5G sudah diimplementasikan di Indonesia, jaringan tersebut akan lebih dulu digunakan oleh sektor industri dibandingkan penggunaan untuk perangkat seluler, sejalan dengan tren pemanfaatan jaringan 5G secara global.
Korea Selatan menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan jaringan 5G untuk telepon seluler konsumen. Menurut Goh, sektor industri sedang menilai bagaimana perkembangan 5G untuk konsumen di Korea Selatan, baik secara teknis maupun dari segi bisnis.
"Kami terus berdiskusi dengan pemerintah tentang apa yang diperlukan untuk jaringan 5G," kata Kepala Nokia Indonesia KP Goh dalam acara Nokia 5G Innovation Day di Jakarta, Kamis.
Namun, Pemerintah Indonesia belum menetapkan frekuensi mana yang akan dialokasikan untuk jaringan seluler generasi terbaru 5G.
Nokia menilai frekuensi yang ideal untuk jaringan 5G di Indonesia adalah 3,5GHz untuk middle band dan 28GHz untuk gelombang milimeter.
Kementerian Komunikasi dan Informatika, pada April, menyatakan akan menetapkan frekuensi jaringan 5G setelah penetapan pita frekuensi 5G oleh organisasi komunikasi radio dunia dalam Konferensi Komunikasi Radio Dunia (WRC) pada Oktober 2019.
Kominfo berencana memanfaatkan frekuensi middle 3,5GHz yang sudah digunakan untuk satelit.
Jika 5G sudah diimplementasikan di Indonesia, jaringan tersebut akan lebih dulu digunakan oleh sektor industri dibandingkan penggunaan untuk perangkat seluler, sejalan dengan tren pemanfaatan jaringan 5G secara global.
Korea Selatan menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan jaringan 5G untuk telepon seluler konsumen. Menurut Goh, sektor industri sedang menilai bagaimana perkembangan 5G untuk konsumen di Korea Selatan, baik secara teknis maupun dari segi bisnis.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel siapkan jaringan Broadband 5G Terdepan di Ibu Kota Nusantara
16 August 2024 14:44 WIB, 2024
Telkomsel hadirkan pemanfaatan teknologi 5G Standalone pertama di Indonesia
16 August 2024 14:24 WIB, 2024