Manado (ANTARA) - Di sudut kota Manado yang hangat dan berwarna, tinggal seorang perempuan muda bernama Shalsabilla Elit Laiya, atau biasa dipanggil Salsa.
Usianya baru menginjak 22 tahun, namun kemampuannya bermain Mobile Legends bisa bikin para gamer berpengalaman angkat topi.
Salsa sudah akrab dengan dunia game sejak kecil. Mulai dari game di komputer warnet, PS2 di rumah sepupu, hingga game-game kasual di ponsel jadul semuanya ia nikmati.
Namun, cerita berubah ketika ia duduk di kelas 1 SMA. Di saat teman-teman mulai sibuk dengan tugas Salsa malah menemukan cinta lama yang kembali bersemi lewat Mobile Legends.
“Awalnya cuma iseng,” katanya sambil tertawa, “teman sekelas ngajak mabar, eh keterusan sampai push rank tiap malam.”
“Main ML itu kayak recharge otak. Sekali war, semua capek langsung hilang,” ujarnya sambil tersenyum.
Sejak duduk di bangku SMA kelas 1, Salsa sudah jatuh hati pada game ini. Walaupun tidak ikut turnamen, kehebatannya mengendalikan hero mage dan support membuatnya dijuluki teman-temannya sebagai “si jagoan tanpa panggung”.
Tapi bagi Salsa, satu hal yang selalu jadi kendala adalah jaringan internet.
“Dulu, aku pernah kalah cuma gara-gara lag. Lagi war penting, tiba-tiba layar freeze. Rasanya pengen uninstall aja,” kenangnya sambil tertawa getir.
Meski belum pernah ikut turnamen ataupun e-sports, Salsa disebut banyak temannya sebagai “pro player undercover”.
Bukan karena dia tak mampu bersaing, tapi karena dia memang tidak mengejar popularitas di dunia game.
Baginya, game adalah tempat pelarian yang menyenangkan dari rutinitas kerja dan hiruk-pikuk kehidupan.
“Kerja di dunia nyata tuh capek, kadang stres juga. Tapi begitu buka ML, langsung plong. Rasanya kayak masuk ke dunia baru, di mana strategi, kerja sama, dan refleks jadi raja,” ucapnya.
Salsa bermain dengan gaya santai tapi tajam, dikenal sebagai pengguna hero support dan mage yang handal.
Dia bisa membaca situasi tim dan peta dengan cermat, membuat banyak tim random yang ia temui tak percaya kalau dia hanya main "untuk senang-senang".
Sekarang, dengan jaringan 5G dari Telkomsel yang makin stabil dan cepat di Manado, pengalaman gaming Salsa makin mulus. Tak ada lagi lag saat team fight, tak ada gangguan sinyal saat rank mulai panas.
“5G itu bikin beda. Dulu, kadang sinyal turun pas war, sekarang mah lancar kayak jalan tol. Jadi makin susah move on dari ML, hehe,” candanya.
Kini, tiap malam adalah momen berharga. Bukan hanya karena bisa push rank, tapi karena ia tahu, jaringan Telkomsel 5G siap jadi partner setia di setiap pertempuran.
“Buat aku, 5G Telkomsel bukan cuma soal kecepatan. Ini soal kenyamanan dan kepercayaan, karena gak ada yang lebih menyebalkan daripada kalah bukan karena skill, tapi karena sinyal,” katanya.
Dengan senyum puas dan ponsel di tangan, Salsa siap menghadapi lawan-lawan di Land of Dawn, tanpa takut lag, tanpa takut kalah karena jaringan.
Hanya semangat, strategi, dan koneksi 5G Telkomsel yang selalu bisa diandalkan.
Meski bukan seorang atlet e-sports, Salsa adalah bukti bahwa menjadi pro tidak selalu harus tampil di panggung besar.
Kadang, cukup punya semangat, konsistensi, dan jaringan yang kuat itu sudah cukup untuk jadi legenda di hati sendiri dan teman-teman satu tim.
Gamer Manado temukan zona tanpa Lag bersama 5G Telkomsel
Hal senada juga dikatakan Claudio Putra, gamer asal Manado, malam adalah waktu terbaik untuk menaklukkan dunia virtual.
Di balik layar ponsel pintarnya, ia bukan sekadar pemuda biasa, tapi marksman yang ditakuti di arena Mobile Legends, atau sniper akurat di PUBG Mobile.
Namun sebelum mengenal jaringan 5G Telkomsel, Claudio punya satu musuh yang tak bisa ditembak yakni lag.
“Main udah fokus, tim udah kompak, eh tiba-tiba sinyal ngedrop pas war. Rasanya pengen banting HP,” ujarnya sambil tertawa getir.
Semuanya berubah saat ia mencoba jaringan 5G Telkomsel saat sedang nongkrong di kawasan Megamas, salah satu titik pusat jaringan 5G di Manado.
“Pas pertama kali coba, aku langsung bilang dalam hati, ini dia jaringan yang ditunggu-tunggu! Gak ada lagi delay, koneksi stabil banget, respon di game tuh bener-bener real time,” kata Claudio dengan antusias.
Dia mengaku, sejak pakai 5G Telkomsel, pengalaman gaming-nya naik level. Mulai dari update game yang super cepat, grafis lebih mulus, hingga pertempuran yang terasa lebih nyata dan imersif.
Tapi di balik rasa puasnya, Claudio menyimpan harapan besar.
“Aku tahu Telkomsel udah luar biasa dengan 5G-nya, tapi semoga ke depan jangan cuma di Megamas saja. Kasih juga dong jaringannya merata di seluruh Kota Manado, biar semua gamer bisa ngerasain sensasinya,” pintanya.
Menurutnya, semua anak muda di Manado berhak punya pengalaman digital terbaik baik itu gamer, konten kreator, atau mereka yang sekadar ingin bersosial media tanpa hambatan.
Dengan makin meluasnya jangkauan dan komitmen Telkomsel terhadap ekonomi digital, Claudio yakin hari itu akan datang.
“Selama Telkomsel terus tingkatkan kualitas dan jangkauan, kita anak-anak muda Manadosiap bersaing, bukan cuma di game, tapi juga di dunia digital global," katanya.
Telkomsel dan Kekuatan 5G untuk Indonesia Digital
Di era serba digital ini, kecepatan dan konektivitas adalah bahan bakar utama pertumbuhan ekonomi. Di tengah gelombang perubahan itu, Telkomsel perusahaan telekomunikasi selular terbesar di Indonesia bergerak cepat, bukan hanya membangun jaringan, tapi membuka jalan menuju masa depan.
Telkomsel tak sekadar memperluas jaringan 5G, tetapi mengarahkannya ke sektor-sektor paling dinamis dan potensial: dunia gaming, industri kreatif, hingga e-commerce, yang kini menjadi nadi gaya hidup digital masyarakat.
“Ketika bicara soal 5G, kita langsung berbicara tentang kecepatan, efisiensi, dan kreativitas,” ujar Derrick Heng, Direktur Marketing Telkomsel.
Khususnya untuk para gamer dan kreator konten, 5G menjadi tulang punggung agar mereka bisa bekerja dan berkreasi tanpa hambatan.
Tak heran, kini banyak gamer profesional hingga streamer pemula yang mulai beralih ke 5G Telkomsel.
Dalam dunia yang menuntut respons cepat dan koneksi stabil, jaringan 5G menghadirkan pengalaman bermain tanpa lag, unggahan konten berkualitas tinggi dalam hitungan detik, serta siaran langsung tanpa buffering.
Tak hanya itu, Telkomsel juga menjawab tren live shopping, salah satu bentuk e-commerce yang kini digemari masyarakat.
Lewat jaringan 5G, interaksi antara penjual dan pembeli jadi real-time, tanpa delay, menghadirkan pengalaman belanja yang lebih imersif, interaktif, dan menghibur.
“Dengan 5G, kami ingin menghadirkan pengalaman digital yang terbaik, baik untuk gamer, kreator, maupun pelaku bisnis daring,” tambah Derrick.
Bukti nyata dari adopsi masif ini terlihat jelas, hingga pertengahan 2025, jumlah perangkat 5G aktif di jaringan Telkomsel telah menembus angka 17 juta, melonjak pesat dari tahun sebelumnya.
Hal ini menandakan antusiasme masyarakat dan semakin luasnya cakupan jaringan yang tersedia.
Namun Telkomsel tak berhenti di situ. Dengan menjalin kolaborasi bersama mitra digital dan komunitas lokal, Telkomsel ingin memastikan bahwa ekonomi digital tumbuh inklusif, menjangkau lebih banyak orang dan membuka peluang tanpa batas.
Karena di era konektivitas tinggi seperti sekarang, akses bukan hanya soal jaringan, tapi soal kesempatan untuk tumbuh, berinovasi, dan bersaing di kancah global. Dan di tengah semuanya, 5G Telkomsel hadir sebagai penggerak utama perubahan itu.

