Apeksu berharap harga kopra setara dengan beras
Kamis, 13 September 2018 9:12 WIB
Dua pekerja memilah kelapa yang akan dijadikan kopra di Desa Sibowi, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (24/1). Turunnya harga kopra pada tingkat petani dari Rp10 ribu perkilogram menjadi Rp6 ribu perkilogram disebabkan permintaan pasar yang menurun. FOTO ANTARA/FIQMAN SUNANDAR/ed/ama/12
Manado, (Antaranews Sulut) - Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sulawesi Utara (Apeksu) George Umpel berharap harga kopra setara dengan harga beras.
"Jika harga kopra setara dengan harga beras, barulah petani kopra bisa mendapatkan keuntungan," kata Umpel di Manado, Rabu.
Umpel mengatakan dengan harga kopra saat ini hanya Rp6 ribu per kilogram, petani pasti merugi.
"Hal ini karena biaya pemeliharaan dan produksi yang sudah sangat mahal,` katanya.
Apalagi, katanya, buruh petik kelapa saat ini sudah sangat sedikit, banyak sekali anak muda yang beralih menjadi ojek, dan tidak mau lagi memanjat kelapa.
"Sehingga, jasa buruh petik kelapa menjadi sangat mahal, dan terkadang sulit mendapatkan tenaga kerja tersebut," jelasnya.
Jadi, katanya, jika harga kopra setara dengan harga beras saat ini yakni di kisaran Rp11 ribu per kilogram, petani masih mendapatkan keuntungan.
Karena, katanya, petani kelapa harus membeli beras untuk makan dengan harga yang lebih tinggi dari harga kopra saat ini.
"Saya harap pemerintah akan terus memerhatikan harga kopra agar tidak anjlok ke level lebih rendah lagi," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulut olly Dondokambey mengatakan pihaknya optimistis harga kopra kembali normal pada sekitar bulan November atau Desember dampak siklus perdagangan global.
Gubernur menjelaskan di Eropa pada bulan Maret-September minyak nabati yang bersumber dari bunga matahari ataupun kedelai masih sangat banyak, karena itu mereka tidak banyak meminta minyak kelapa.
Dampaknya, produk lain dari luar Eropa termasuk minyak kelapa, sedikit permintaanya, sehingga kopra yang merupakan bahan baku minyak kelapa kasar atau crude coconut oil ikut terkontraksi.
(T.KR-NCY/B/M028/M028) 12-09-2018 10:42:06
"Jika harga kopra setara dengan harga beras, barulah petani kopra bisa mendapatkan keuntungan," kata Umpel di Manado, Rabu.
Umpel mengatakan dengan harga kopra saat ini hanya Rp6 ribu per kilogram, petani pasti merugi.
"Hal ini karena biaya pemeliharaan dan produksi yang sudah sangat mahal,` katanya.
Apalagi, katanya, buruh petik kelapa saat ini sudah sangat sedikit, banyak sekali anak muda yang beralih menjadi ojek, dan tidak mau lagi memanjat kelapa.
"Sehingga, jasa buruh petik kelapa menjadi sangat mahal, dan terkadang sulit mendapatkan tenaga kerja tersebut," jelasnya.
Jadi, katanya, jika harga kopra setara dengan harga beras saat ini yakni di kisaran Rp11 ribu per kilogram, petani masih mendapatkan keuntungan.
Karena, katanya, petani kelapa harus membeli beras untuk makan dengan harga yang lebih tinggi dari harga kopra saat ini.
"Saya harap pemerintah akan terus memerhatikan harga kopra agar tidak anjlok ke level lebih rendah lagi," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulut olly Dondokambey mengatakan pihaknya optimistis harga kopra kembali normal pada sekitar bulan November atau Desember dampak siklus perdagangan global.
Gubernur menjelaskan di Eropa pada bulan Maret-September minyak nabati yang bersumber dari bunga matahari ataupun kedelai masih sangat banyak, karena itu mereka tidak banyak meminta minyak kelapa.
Dampaknya, produk lain dari luar Eropa termasuk minyak kelapa, sedikit permintaanya, sehingga kopra yang merupakan bahan baku minyak kelapa kasar atau crude coconut oil ikut terkontraksi.
(T.KR-NCY/B/M028/M028) 12-09-2018 10:42:06
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Karantina Sulut nyatakan aman untuk produk ekspor bungkil kopra ke Vietnam
25 August 2024 14:47 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Pertamina Corporate Wellness 2025, perwira diajak konsisten jalani hidup sehat
10 February 2026 19:37 WIB