BMKG: Waspadai dampak bekas Siklon Tropis Anika di NTT
Selasa, 1 Maret 2022 15:10 WIB
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)
Kupang (ANTARA) - Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Agung Sudiono Abadi mengimbau warga mewaspadai potensi cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timur dampak bekas Siklon Tropis Anika yang semakin menguat.
"Bekas Siklon Tropis Anika yang posisinya saat ini berada di Daratan Kimberly, Australia Barat diprediksi akan menguat kembali seiring pergerakannya ke arah barat daya menuju Samudera Hindia utara Australia Barat," kata Agung di Kupang, Selasa.
Ia mengatakan hal itu berkaitan potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah NTT pada 1-3 Maret 2022.
Agung menjelaskan kondisi menguatnya bekas Siklon Tropis Anika tersebut membentuk daerah pertemuan atau perlambatan angin (konvergensi) di wilayah NTT.
"Dampak tidak langsung dari Siklon Tropis ini meningkatkan kecepatan angin di wilayah NTT," katanya.
Selain itu, kata dia, suhu muka laut di NTT cukup hangat didukung pula adanya gelombang equatorial Rossby dan gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah NTT.
Agung mengimbau warga agar mewaspadai potensi dampak hujan dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, rob (banjir di wilayah pesisir), tanah longsor, pohon tumbang, sambaran petir.
Khusus untuk daerah bertopografi curam atau bergunung, kata dia, patut lebih waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi dalam durasi yang panjang.
Agung mempersilahkan masyarakat di NTT terus memantau perkembangan informasi cuaca dengan mengakses layanan informasi selama 24 jam melalui kanal komunikasi yang disiapkan BMKG.
"Bekas Siklon Tropis Anika yang posisinya saat ini berada di Daratan Kimberly, Australia Barat diprediksi akan menguat kembali seiring pergerakannya ke arah barat daya menuju Samudera Hindia utara Australia Barat," kata Agung di Kupang, Selasa.
Ia mengatakan hal itu berkaitan potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah NTT pada 1-3 Maret 2022.
Agung menjelaskan kondisi menguatnya bekas Siklon Tropis Anika tersebut membentuk daerah pertemuan atau perlambatan angin (konvergensi) di wilayah NTT.
"Dampak tidak langsung dari Siklon Tropis ini meningkatkan kecepatan angin di wilayah NTT," katanya.
Selain itu, kata dia, suhu muka laut di NTT cukup hangat didukung pula adanya gelombang equatorial Rossby dan gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah NTT.
Agung mengimbau warga agar mewaspadai potensi dampak hujan dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, rob (banjir di wilayah pesisir), tanah longsor, pohon tumbang, sambaran petir.
Khusus untuk daerah bertopografi curam atau bergunung, kata dia, patut lebih waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi dalam durasi yang panjang.
Agung mempersilahkan masyarakat di NTT terus memantau perkembangan informasi cuaca dengan mengakses layanan informasi selama 24 jam melalui kanal komunikasi yang disiapkan BMKG.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TCWC prediksi Tekanan rendah Laut Timor picu hujan lebat sebagian Indonesia
23 February 2022 23:37 WIB, 2022
BMKG mengimbau warga waspada gelombang tinggi lima titik perairan di NTT
19 October 2021 12:57 WIB, 2021
BMKG mengingatkan warga waspadai angin kencang beberapa hari ke depan
22 February 2022 5:00 WIB, 2022
Waspada potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia
21 October 2021 8:55 WIB, 2021