Logo Header Antaranews Manado

BMKG: Waspada hujan lebat-angin kencang hingga 17 Mei

Sabtu, 16 Mei 2026 03:35 WIB
Image Print
Sebagian Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa tertutup awan hujan. Tampak warga menikmati keindahan alam di salah satu destinasi wisata, Desa Pangolombian, Kota Tomohon. ANTARA/Karel A Polakitan

Manado (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berharap warga mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang hingga 17 Mei 2026.

"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian," kata Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna di Manado, Jumat.

Di Jumat (15/6), potensi cuaca ekstrem diprediksi terjadi di Kota Bitung, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Sementara di hari Sabtu (16/5), diperkirakan terjadi di Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Sedangkan di hari Minggu (17/5), dapat terjadi di Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Karina menjelaskan, prediksi spasial Madden Julian Oscillation (MJO) akan berpengaruh dan berkontribusi terhadap peningkatan proses pembentukan awan hujan di wilayah Sulawesi Utara.

Adanya gelombang Kelvin yang melewati Sulawesi Utara sehingga meningkatkan potensi curah hujan dan kilat/petir di sejumlah wilayah, 'Gelombang Rossby Ekuatorial' berkontribusi terhadap peningkatan labilitas udara di wilayah Sulawesi Utara.

Selanjutnya, Nilai anomali suhu permukaan laut pada rentang -2.0 hingga 2.0 derajat Celsius di perairan sekitar Sulawesi Utara mempengaruhi penambahan massa uap air pada proses pertumbuhan awan konvektif.

BMKG juga menyebutkan, belokan angin dan konvergensi di sekitar wilayah Sulawesi Utara menyebabkan penumpukan massa uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan, sementara labilitas lokal yang kuat mendukung pertumbuhan awan-awan hujan disertai kilat/petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026