
KPU Manado terima relawan demokrasi pemilu 2019

Kami membuka penerimaan bagi 50 orang relawan, sejak tanggal 10 Januari dan akan berakhir pada 17 Januari
Manado, (Antaranews Sulut) - KPU Kota Manado, membuka penerimaan relawan demokrasi Pemilu 2019, untuk meningkatkan kualitas proses pemilu dan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi tersebut.
"Kami membuka penerimaan bagi 50 orang relawan, sejak tanggal 10 Januari dan akan berakhir pada 17 Januari," kata Komisioner KPU Manado, Ismail Harun, di Manado. 
Dia mengatakan, sejak hari pertama dibuka, tercatat sudah ada 40 orang yang mengambil formulir pendaftaran dan nantinya akan melewati tahapan seleksi yang akan dilantik pada 28 Januari.
Dia mengatakan, untuk menjadi relawan untuk 10 basis, yakni keluarga, pemilih pemula usia 17-21 tahun, pemilih muda usia 22-30 tahun, perempuan, penyandang disabilitas, berkebutuhan khusus, marginal, komunitas untuk anggota dan ketua, keagamaan dan warga internet. 
"Sesuai dengan ketentuan untuk satu basis, akan dilayani oleh minimal empat dan maksimal lima relawan, kecuali untuk marginal atau yang kurang, juga akan dikurangi, dan dialihkan kepada yang lain," katanya.
Secara umum, dia mengatakan, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon relawan yang mendaftar, yakni harus WNI minimal 17 tahun dan maksimal 25 tahun dengan pendidikan serendah-rendahnya SMA sederajat, non partisan selama minimal lima tahun terakhir, memiliki komitmen menjadi relawan Pemilu dan terdaftar sebagai Pemilih. 
Kemudian ada syarat lainnya yang harus dipenuhi, karena KPU mengutamakan yang mampu mengoperasikan membuat content/desain/meme/ dan memiliki minimal tiga akun medsos, FB, twiter dan IG dengan pengikut minimal 1000 orang, bagi yang basis komunitas minimal harus anggota atau ketuanya, serta sejumlah syarat dan prioritas lainya.
Nantinya kata Ismail, yang terpilih sebagai relawan dan bekerja untuk meningkatkan partipasi pemilih dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi agar bisa membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalam agenda pemilu dan Pilpres.***
Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor:
Christian Alberto Kowaas
COPYRIGHT © ANTARA 2026
