
Gubernur Sulut sebut empat pilar transformasi dukung pertumbuhan ekonomi

Manado (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus menyebutkan pemerintah daerah melaksanakan empat pilar transformasi untuk mendukung stabilitas harga dan memacu pertumbuhan ekonomi.
"Kita harus bergerak bersama secara terukur dan fokus untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara tetap terjaga," kata Gubernur Yulius pada 'High Level Meeting' (HLM) di kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Manado, Senin.
Dijelaskannya, empat pilar strategis ekonomi tersebut yaitu transformasi digital yang mencakup percepatan digitalisasi pendapatan/belanja daerah, integrasi pembayaran publik, penguatan QRIS bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan sektor pariwisata, serta digitalisasi distribusi pangan.
Berikutnya, percepatan pertumbuhan ekonomi mencakup instruksi untuk bekerja lebih agresif dalam realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), percepatan investasi (Penenaman Modal Asing/ Penanaman Modal Dalam Negeri), serta hilirisasi industri manufaktur untuk memperluas lapangan kerja.
Bagian dari pilar strategis lainnya yaitu akses keuangan inklusif, di mana perluasan akses pembiayaan bagi petani, nelayan, UMKM, dan kelompok rentan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta penguatan literasi keuangan digital.
Selanjutnya, ekonomi dan keuangan syariah, yaitu pengembangan industri halal dan integrasi ekonomi syariah dengan sektor unggulan seperti pariwisata dan pertanian.
Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan agenda tersebut sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berkomitmen menciptakan iklim ekonomi yang kondusif melalui koordinasi kebijakan moneter dan fiskal di tingkat daerah demi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pertemuan yang dihadiri bupati dan wali kota bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Tim Percepatan dan Perluasan Ekonomi Digital Daerah (TP2ED), TPAKD, dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) itu menekankan sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan memacu pertumbuhan ekonomi Sulut di tengah dinamika global.
Berdasarkan data tahun 2025, ekonomi Sulawesi Utara tercatat tumbuh sebesar 5,66 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen.
Meski demikian, kata Gubernur, pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas utama, hingga Desember 2025, inflasi tahunan (y-o-y) Sulawesi Utara berada di level 1,23 persen.
Gubernur mengidentifikasi sepuluh komoditas utama penyumbang inflasi, dengan beras (0,49 persen) dan Perguruan Tinggi (0,25 persen) sebagai kontributor terbesar.
Faktor kunci pengendalian ke depan akan difokuskan pada penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas padi dengan teknologi dan mekanisasi.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
