
Gubernur Sulut sebut "Direct Call" pangkas waktu pelayaran ke negara tujuan ekspor

Manado (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus mengatakan layanan "direct call" atau pelayaran langsung dari Sulawesi Utara bakal memangkas waktu pelayaran ke negara tujuan ekspor seperti ke Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok.
"Waktu tempuh yang sebelumnya mencapai 25-30 hari dapat dipersingkat menjadi sekitar tujuh hingga sepuluh hari. Kondisi ini akan menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan kepastian usaha," kata Gubernur Yulius di Manado, Selasa (20/1).
Dari sisi kesiapan, kata Gubernur, Sulawesi Utara telah memiliki fondasi infrastruktur yang terus diperkuat sebagai simpul utama logistik kawasan.
Pelabuhan Bitung misalkan, telah berkembang sebagai pelabuhan internasional dengan fasilitas peti kemas dan peluang nyata melayani "direct call".
Kemudian, Bandara Internasional Sam Ratulangi juga telah melayani penerbangan internasional dan mulai didukung oleh pesawat kargo dari Tiongkok, Korea dan Jepang.
"Keberhasilan Sulawesi Utara sebagai hub logistik sangat bergantung pada kolaborasi seluruh kawasan Sulampua dalam membangun konsolidasi arus barang yang terintegrasi," ujar Gubernur.
Apabila layanan "direct call" berjalan secara reguler dan berkesinambungan maka manfaatnya akan dirasakan luas oleh pelaku usaha dan seluruh masyarakat.
"Selama ini, sebagian besar barang konsumsi dari Asia Timur masih harus melalui Pulau Jawa sebelum didistribusikan kembali ke kawasan timur Indonesia. Pola tersebut menyebabkan waktu tempuh yang panjang, biaya logistik berlapis, dan harga barang yang lebih mahal di tingkat konsumen," ujarnya.
Dengan dibukanya jalur direct call ke Pelabuhan Bitung, waktu pengiriman dapat dipangkas, penurunan waktu tempuh berpotensi menekan biaya logistik hingga dua puluh sampai tiga puluh persen.
"Efisiensi tersebut akan meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, kepastian pasokan barang bagi pelaku usaha juga akan semakin terjamin," ujarnya.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
