Logo Header Antaranews Manado

Trump-Netanyahu disebut tingkatkan tekanan ekonomi ke Iran

Senin, 16 Februari 2026 20:35 WIB
Image Print
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.)

Istanbul (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan sepakat untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran, terutama dengan menargetkan penjualan minyak Iran ke China.

Laporan Axios pada Sabtu (14/2) menyebutkan bahwa kesepakatan itu dicapai saat keduanya bertemu di Gedung Putih, Washington, pertengahan pekan lalu.

"Kami sepakat untuk mengerahkan tekanan maksimal terhadap Iran, misalnya terkait penjualan minyak Iran ke China," kata seorang pejabat senior AS, seperti dikutip portal berita AS itu.

Namun, keduanya berbeda pandangan mengenai cara mencapai tujuan tersebut. Netanyahu menilai kesepakatan dengan Iran sulit dicapai dan berpotensi dilanggar, sementara Trump yakin kesepakatan masih mungkin diwujudkan.

"Kita lihat apakah itu memungkinkan — mari kita coba," kata pejabat AS itu menirukan perkataan Trump.

Pejabat tersebut mengatakan AS akan melanjutkan upaya menekan Iran secara maksimal bersamaan dengan negosiasi nuklir dan peningkatan kehadiran militer di Timur Tengah untuk mempertahankan opsi serangan jika upaya diplomatik gagal.

Lebih dari 80 persen ekspor minyak Iran dikirim ke China. Mengurangi pembelian oleh China dinilai bisa meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dan memengaruhi sikapnya terhadap program nuklir.

Selain itu, perintah eksekutif yang baru ditandatangani Trump memungkinkan AS meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran, termasuk mengenakan tarif hingga 25 persen kepada negara yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran.

Sumber: Anadolu



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026