Manado (ANTARA) - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) secara resmi menetapkan pelaku industri asal Manado yakni Kerin Tamo sebagai Bendahara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ALFI 2025.
Penetapan ini diumumkan dalam rangkaian persiapan Rakernas yang berlangsung di Jakarta, dan menjadi bagian dari langkah strategis ALFI dalam memperkuat struktur organisasi serta mendorong regenerasi kepemimpinan di sektor logistik nasional.
Rakernas ALFI 2025 menjadi forum strategis yang mempertemukan lebih dari 3.000 pemilik dan pengelola usaha logistik di seluruh Indonesia, meliputi pelaku transportasi darat, laut, udara, pergudangan, proyek logistik, hingga penyedia rantai dingin (cold chain).
Sinergitas ribuan pelaku industri ini menjadi fondasi penting bagi penguatan rantai pasok nasional serta pembentukan arah kebijakan logistik Indonesia di tahun mendatang.
Ketua Umum DPP ALFI menyampaikan bahwa penunjukan Kerin sebagai bagian dari kepanitiaan inti merupakan langkah progresif dan mencerminkan komitmen asosiasi dalam menghadirkan perspektif baru.
“Kerin adalah representasi pemimpin muda yang profesional, detail, dan memiliki pemahaman strategis terhadap dinamika industri logistik,” ujarnya.
Kerin Tamo sendiri menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan.
“Menjadi bagian dari Rakernas ALFI adalah kehormatan besar. Saya berkomitmen untuk menjalankan amanah ini dengan integritas, transparansi, dan profesionalisme, serta mendukung agenda besar ALFI dalam memperkuat ekosistem logistik nasional,” ungkap Kerin.
Sebagai sosok yang aktif dalam pengembangan ekosistem transportasi terintegrasi melalui DGS Logistics, Kerin dinilai mampu memberikan perspektif relevan bagi upaya transformasi ALFI, terutama dalam memperkuat kolaborasi nasional, integrasi layanan logistik, dan percepatan digitalisasi.
Rakernas ALFI 2025 dijadwalkan mengangkat sejumlah isu strategis, termasuk percepatan digitalisasi logistik, peningkatan efisiensi rantai pasok, standarisasi layanan nasional, serta penguatan peran anggota ALFI di tingkat global. Keputusan-keputusan strategis yang dihasilkan diharapkan membawa dampak signifikan bagi peningkatan daya saing industri logistik Indonesia.

