Logo Header Antaranews Manado

Wagub sebut kerja bersama jadi modal turunkan angka stunting di Sulut

Senin, 4 Agustus 2025 06:31 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Victor Mailangkay. ANTARA/Karel A Polakitan

Manado (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Victor Mailangkay menyebutkan kerja sama menjadi modal utama menurunkan angka stunting di provinsi berpenduduk lebih 2,6 juta jiwa tersebut.

"Saya yakin dan percaya, dengan komitmen kuat, kerja bersama, dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Sulawesi Utara, kita mampu menurunkan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan generasi masa depan yang sehat, unggul, dan berdaya saing," kata Wagub Victor di Manado, Minggu.

Menurut Wagub, ada beberapa pedoman yang menjadi basis perencanaan dan intervensi lapangan, di antaranya, penting untuk memastikan program percepatan penurunan stunting tetap menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.

"Komitmen ini harus tercermin dalam dokumen perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program di setiap tingkatan pemerintahan," ujarnya

Berikutnya, meningkatkan kapasitas kader Posyandu dan tenaga kesehatan di Puskesmas, agar pemantauan pertumbuhan dan status gizi anak dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan berkelanjutan.

Pedoman berikutnya, memperluas cakupan dan tingkatkan kualitas layanan kesehatan dasar, termasuk konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI bergizi, serta imunisasi dasar lengkap.

Edukasi pengasuhan anak secara komprehensif, lanjut dia, tidak hanya kepada orang tua, tetapi juga kepada seluruh anggota keluarga besar, termasuk nenek dan kakek, agar praktik pengasuhan yang tepat dapat diperluas di lingkungan keluarga.

"Perkuat sistem pengorganisasian dan kapasitas para penggerak di lapangan, agar setiap bentuk intervensi baik spesifik maupun sensitif benar-benar menjangkau kelompok sasaran secara efektif," ajaknya.

Pedoman lainnya, lakukanlah pendekatan yang beragam dan menyeluruh, tidak hanya berbasis regulasi dan kebijakan, tetapi juga melalui pendekatan sosial, budaya, dan nilai-nilai keagamaan yang hidup dalam masyarakat.

Berdasarkan data, prevalensi stunting Sulut pada tahun 2023 mencapai 21,3 persen, yang ditargetkan turun menjadi 19,0 persen di tahun 2025 dan diharapkan mencapai 5,9 persen di tahun 2045.

Secara nasional, berdasarkan data Bappenas, prevalensi stunting tahun 2023 sebesar 21,5 persen (2023), ditargetkan tahun 2025 turun menjadi 18,8 persen dan di tahun 2045 sebesar 5 persen.



Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026