Logo Header Antaranews Manado

Disnaker Tomohon Latih Keterampilan Wira Usaha Muda

Jumat, 30 Oktober 2015 21:19 WIB
Image Print
Perajin meubel bambu (foto: ilustrasi) (1)
"Kegiatan seperti ini menunjang perluasan lapangan kerja karena sasaran yang hendak dicapai adalah bagaimana upaya ke depan menciptakan lapangan kerja yang produktif sebesar-besarnya, sehingga berdampak pada berkurangnya tingkat pengangguran di Kota

Manado, (AntaraSulut) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara melatih keterampilan wira usaha muda bidang tata boga, keterampilan membuat kue dan kerajinan anyaman bambu.

"Kegiatan seperti ini menunjang perluasan lapangan kerja karena sasaran yang hendak dicapai adalah bagaimana upaya ke depan menciptakan lapangan kerja yang produktif sebesar-besarnya, sehingga berdampak pada berkurangnya tingkat pengangguran di Kota Tomohon," kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Truusje Kaunang di Tomohon, Kamis.

Kaunang mengatakan, pemerintah kota selalu memberikan dukungan dan motivasi kepada seluruh masyarakat membangun dan mengembangkan diri sehingga ke depan mampu bersaing dan berkreasi menghadapi perkembangan global.

Di mana pada masa ini, kata dia, sistem perekrutan tenaga kerja terbuka bagi warga asing ataupun dari negara luar yang mengedepankan keahlian atau keterampilan yang dimiliki.

"Kompetisi bidang ketenagakerjaan semakin kuat, sehingga penguasaan keterampilan dan keahlian harus dimiliki angkatan kerja yang ada," katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Daniel Pontonuwu mengatakan, pelatihan wirausaha muda dilakukan untuk menumbuhkan kemandirian dan membuka peluang menyerap angkatan kerja produktif.

"Kegiatan ini memberikan bekal keterampilan serta peralatan bagi pencari kerja agar dapat mengisi pasar kerja atau berusaha mandiri sehingga semakin mengurangi jumlah penggangguran," ujarnya.

Dia menambahkan, peserta sebanyak 60 orang diharapkan terampil dalam bidang tata boga, pembuatan kue dan kerajinan bambu.

"Ke depan peserta dapat membentuk kelompok usaha dan secara bersama-sama mengembangkan potensi yang ada dan menjadi wirausaha-wirausaha sukses dan berkontribusi dalam menggerakkan sektor perekonomian," harapnya.

Tiga instruktur yang melakukan transfer keterampilan yaitu DR Matilda Lasut MS (instruktur tata boga), Dra Clara Lasut (instruktur pembuatan kue) dan Wempie Thomas (instruktur kerajinan bambu).***4***?



Pewarta :
Editor: Guido Merung
COPYRIGHT © ANTARA 2026