Logo Header Antaranews Manado

Prabowo: Prioritaskan penyelamatan warga dampak gempa Sulut

Kamis, 2 April 2026 22:19 WIB
Image Print
Petugas mengamati gedung KONI Sario yang rusak akibat gempa magnitudo 7,6 di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). Gedung KONI Sario Kota Manado mengalami rusak berat dan memakan korban satu orang meninggal dunia yang disebabkan gempa magnitudo 7,6 yang terjadi pada pukul 06.48 WIT pada kedalaman 18 km di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara. ANTARA FOTO/Karel A Polakitan/Lmo/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meminta pelayanan cepat dan penyelamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana bencana gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

"Sebagaimana arahan Bapak Presiden, kita harus memberikan layanan yang sangat cepat. Penyelamatan masyarakat itu prioritas yang paling utama," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dalam konferensi pers, Kamis.

Sebagaimana keterangan yang diterima, Pratikno juga menekankan pentingnya pendataan korban serta infrastruktur terdampak bencana.

Dia mengatakan informasi merupakan hal krusial dalam penanganan pascabencana agar evakuasi bisa dilakukan cepat dan bantuan didistribusikan tepat sasaran.

"Di awal-awal ini harus terus dilakukan pencarian, penyelamatan, evakuasi korban secepat-cepatnya. Memperoleh pelayanan sebaik-baiknya," ucap dia.

Selanjutnya, kata Pratikno, proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan secara cermat sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Dia juga mengingatkan bahwa peristiwa bencana bisa jadi momentum untuk mengedukasi masyarakat soal risiko bencana pada masa mendatang.

"Mereka (masyarakat) paham tentang gempa, paham tentang cara menyelamatkan diri," tuturnya.

Bertalian dengan itu, Pratikno meminta pemerintah daerah memastikan pembangunan yang dilakukan tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat.

Menurutnya, jangan sampai bangunan yang dibangun tidak memenuhi standar dan menjadi penyebab bencana.

"Jangan sampai justru pembangunan mengakibatkan banjir, jangan sampai pembangunan mengakibatkan risiko bagi masyarakat, misalnya karena struktur bangunannya tidak memenuhi standar dan seterusnya," kata Pratikno.

Sebelumnya, gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung (Sulut) terdeteksi pada kedalaman 33 kilometer.

Gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, antara lain Ternate (Malut) dengan intensitas V-VI MMI, Manado IV-V MMI, serta beberapa wilayah di Gorontalo dengan intensitas II-III MMI.

BMKG sebelumnya menetapkan status siaga tsunami di sejumlah wilayah seperti Ternate, Halmahera, dan Bitung, serta status waspada di wilayah lain di Sulawesi Utara.




Pewarta :
Editor: Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026