Manado (ANTARA) - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Andry Prasmuko mengatakan transfer ritel melalui BI-Fast di daerah itu mencapai 2,6 juta transaksi di tahun 2024.
"Keinginan masyarakat melakukan transfer ritel melalui BI-Fast terus mengalami peningkatan," kata Andry, di Manado, Minggu.
Dia mengatakan transaksi BI Fast memang menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, baik dari segi volume maupun nilai transaksi.
Tentu saja, katanya, karena layanan ini semakin populer sebab memberikan kemudahan dan biaya transfer yang lebih terjangkau.
Dengan meningkatnya volume transaksi BI Fast, katanya, pendapatan bank dari layanan transfer juga ikut meningkat, meskipun sebelumnya ada kekhawatiran bahwa BI Fast akan menggerus pendapatan dari layanan transfer yang lebih mahal.
BI Fast, katanya, semakin populer di kalangan masyarakat karena kemudahannya dalam bertransaksi antar bank.
Dia menjelaskan BI Fast kini menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan transfer antar bank, terutama untuk transaksi bisnis dan transfer dalam jumlah besar karena keunggulan seperti real-time transfer dan biaya transfer yang lebih murah.
Secara keseluruhan, katanya, BI-Fast telah berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan memperluas adopsi sistem pembayaran digital di Indonesia.

