
Aktivis 98 sebut kekerasan pada aktivis KontraS cederai demokrasi

Medan (ANTARA) - Aktivis dari Perhimpunan Pergerakan 98 menilai tindakan kekerasan berupa penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus mencederai nilai demokrasi dan penegakan hak asasi manusia.
"Tindakan penyiraman air keras itu merupakan serangan terhadap nilai demokrasi dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia yang dilakukan oleh kelompok pengecut,” ujar Ketua Majelis Nasional Perhimpunan Pergerakan 98 Sahat Simatupang di Medan, Minggu.
Menurut dia, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, setajam apa pun kritik maupun perbedaan pendapat tidak boleh berujung pada kekerasan fisik, terlebih melalui tindakan teror.
Lebih lanjut, kekerasan terhadap aktivis demokrasi, pembela hak asasi manusia, aktivis antikorupsi, maupun jurnalis tidak dapat dibenarkan dalam kondisi dan bentuk apa pun.
“Penyiraman air keras ke wajah Andrie Yunus bukan sekadar teror yang menebarkan ketakutan di tengah masyarakat, tetapi kami melihatnya sebagai upaya pembunuhan,” katanya.
Untuk itu, ia mengatakan tidak ada sedikit pun alasan bagi polisi lamban mengungkap teror terhadap Andrie Yunus.
Sahat juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung pemulihan Andrie Yunus agar dapat kembali beraktivitas seperti biasa, sehingga tujuan pelaku untuk menghentikan langkah para aktivis pro demokrasi tidak tercapai.
Sebelumnya, Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Jalan Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.37 WIB.
Sahat juga meminta pemerintah memastikan perlindungan terhadap setiap warga negara agar dapat menyampaikan pendapat tanpa rasa takut terhadap ancaman maupun intimidasi.
“Karena itu kami mendesak Presiden RI memerintahkan Kapolri mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan, cepat, dan akuntabel tanpa syarat apa pun serta tanpa intervensi pihak mana pun,” katanya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan mengusut tuntas kasus penyiraman diduga air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, secara profesional, transparan dan mengedepankan metode penyelidikan ilmiah.
“Jadi terkait perkembangan penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” kata Sigit saat meninjau Stasiun Gubeng Surabaya.
Pewarta : M. Sahbainy Nasution dan Aris Rinaldi Nasution
Editor:
Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
