Manado, Sulut (ANTARA) - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Utara (Sulut) Ivanry Matu menilai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan mampu memberikan efek domino pada pertumbuhan ekonomi.
"Danantara adalah salah satu elemen penting Presiden Prabowo guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi delapan persen per tahun," kata Ivanry di Manado, Sulut, Sabtu.
Dia mengatakan pihaknya optimis strategi pengelolaan Danantara akan memberikan dampak signifikan bagi keberlanjutan ekonomi nasional, asalkan dikelola oleh pihak yang tepat.
Tentu, katanya, dalam pengawasan yang ketat untuk mengoptimalkan segala sumber daya dan kekayaan bangsa tersebut.
Presiden Prabowo, katanya, selalu menyampaikan bahwa kekayaan Indonesia harus memberi kemanfaatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan diluncurkan Danantara ini, menjadi simbol kemandirian bangsa dalam mengelola ekonomi yang berdikari, itulah spirit Presiden Prabowo.
"Karena itu, kami mendukung peluncuran Danantara ini sebagai momentum yang sakral bagi Presiden dan menjadi kick-off untuk mencapai target-target pertumbuhan ekonomi dalam menuju cita-cita Indonesia Emas," jelasnya.
Menurut Presiden Prabowo, Danantara akan menjadi dasar dalam membangun kekuatan ekonomi masa depan bangsa, yang sebagai start awal diproyeksikan akan terkumpul dana investasi Rp800 triliun untuk membiayai 15-20 proyek strategis nasional di berbagai sektor.
Hal ini, tentu akan memberikan dampak positif bagi perputaran dan geliat ekonomi dengan dibangunnya proyek strategis nasional misalnya pada sektor energi, hilirisasi, ketahanan pangan, ekspor dan pariwisata.
Ivanry mengatakan hal ini juga akan membuka akses dan peluang bagi pelaku usaha terutama UMKM.
"Jadi, Danantara bukan hanya untuk BUMN atau pengusaha besar, tapi membuka peluang bagi semua dan memberikan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," ujarnya.