Logo Header Antaranews Manado

Wali Kota Makassar Ancam Copot Dirut PDAM

Senin, 4 Januari 2010 08:06 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menegaskan, akan mencopot Direktur Utama PDAM Makassar Tajuddin Noer jika permasalahan di perusahaan itu tidak teratasi.

"Kita tunggu kinerja dari direksi PDAM dan jika ternyata di awaltahun ini direksi tidak dapat memperbaiki kinerjanya maka saya pasti akan mencopot dirutnya," kata Ilham Arief Sirajuddin pada pelantikan Badan Pengawas (Bawas) PDAM Makassar di aula tirta PDAM, Senin.

Ia mengatakan, tingkat kebocoran air pada pipa PDAM mencapai 47 persen dalam setahunnya dengan tingkat kerugian mencapai ratusan miliar.

Karena itu, dia meminta agar direksi PDAM mau memperbaiki kinerjanya dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Bawas PDAM Makassar yang dilantik, Aminuddin Ilmar, Burhanuddin Odja dan Arifuddin Hamarung bisa memberikan hasil evaluasi terhadap kinerja direksi PDAM dan menyampaikan kepada Wali Kota Makassar selaku penanggungjawab.

"Jika dalam jangka tiga bulan ini tidak ada perkembangan dari jajaran direksi maka saya pastikan mengambil langkah tegas, apalagi jika Bawas PDAM sudah memberikan hasil evaluasinya," tuturya.

PDAM disorot karena dinilai mengalami kerugian hingga Rp215 miliar selama bertahun-tahun. Selain kerugian, PDAM juga mengoleksi banyak utang.

Direktur Utama PDAM Tadjuddin Noor melaporkan pembayaran utang sebanyak Rp15 miliar kepada pemerintah pusat.

Pemerintah pusat, kata dia, menghapus utang PDAM sebanyak Rp121 miliar, sehingga tersisa Rp23 miliar yang ditanggung oleh PDAM.

Selain itu, Dirut PDAM juga masih bermsasalh dengan hukum karena tersangkut kasus dugaan korupsi pengadaan meteran air 2007 senilai Rp1,2 miliar.

"Kalau memang semua bukti sudah cukup mengarah ke korupsi, maka kasus pengadaan meteran air ini harus dituntaskan sampai peradilan. Prosesnya harus terus berjalan," ujar Ilham.

(T.PK-MH/S016)