Pemerintah Kota Bitung serius tangani sanitasi dan air limbah
Kamis, 26 September 2019 8:24 WIB
Wali Kota Bitung Max Lomban
Bitung, Sulut (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) secara serius menangani masalah sanitasi dan air limbah di daerah tersebut.
Wali Kota Max J Lomban di Bitung, Rabu, mengatakan belum lama ini dalam kegiatan City Sanitation Summit XIX, seluruh bupati dan wali kota berkumpul serta bertukar informasi dalam hal penanganan sanitasi dan air limbah.
"Sehingga Pemkot Bitung sangat 'consern' dengan hal tersebut, dan harus diimplementasikan secepatnya," kata dia.
Ia menjelaskan melalui dialog dengan seluruh bupati dan wali kota di Indonesia mengenai masalah itu, selanjutnya bersama-sama mencari solusi dan saling bertukar informasi tentang bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat masing-masing.
"Yaitu100 persen pengelolaan air minum 2019 dan 100 persen pengelolaan sanitasi, termasuk pengelolaan sampah, limbah dan drainase," ujar Lomban.
Ia mengatakan jika pemerintah kabupaten atau kota tidak memperhatikan isu sanitasi hal itu juga akan berdampak buruk bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil kajian, secara ekonomi kerugian Rp 56 triliun setahun disebabkan tidak terkelolanya air minum dan sanitasi secara baik.
"Pemkot Bitung akan terus memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Lomban menghadiri rangkaian pelaksanaan City Sanitation Summit XIX di Kota Banjarmasin yang diselenggarakan Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, serta seluruh bupati dan wali kota se-Indonesia, khususnya kabupaten serta kota pengelola sanitasi yang baik.
Wali Kota Max J Lomban di Bitung, Rabu, mengatakan belum lama ini dalam kegiatan City Sanitation Summit XIX, seluruh bupati dan wali kota berkumpul serta bertukar informasi dalam hal penanganan sanitasi dan air limbah.
"Sehingga Pemkot Bitung sangat 'consern' dengan hal tersebut, dan harus diimplementasikan secepatnya," kata dia.
Ia menjelaskan melalui dialog dengan seluruh bupati dan wali kota di Indonesia mengenai masalah itu, selanjutnya bersama-sama mencari solusi dan saling bertukar informasi tentang bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat masing-masing.
"Yaitu100 persen pengelolaan air minum 2019 dan 100 persen pengelolaan sanitasi, termasuk pengelolaan sampah, limbah dan drainase," ujar Lomban.
Ia mengatakan jika pemerintah kabupaten atau kota tidak memperhatikan isu sanitasi hal itu juga akan berdampak buruk bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil kajian, secara ekonomi kerugian Rp 56 triliun setahun disebabkan tidak terkelolanya air minum dan sanitasi secara baik.
"Pemkot Bitung akan terus memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Lomban menghadiri rangkaian pelaksanaan City Sanitation Summit XIX di Kota Banjarmasin yang diselenggarakan Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, serta seluruh bupati dan wali kota se-Indonesia, khususnya kabupaten serta kota pengelola sanitasi yang baik.
Pewarta : Jerusalem Mendalora
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tersangka penganiayaan Bahar Bin Smith ajukan permohonan pemeriksaan ulang
04 February 2026 20:47 WIB
Terpopuler - Kota Bitung
Lihat Juga
Tujuh ABK Bintang Sakti Wakatobi diselamatkan kapal Genesaret 03 di perairan Lembeh
26 September 2025 20:47 WIB
Menteri Ekraf sebut kuliner di Bitung menjanjikan dan layak tembus internasional
28 June 2025 6:07 WIB