Tim Labfor Polri diturunkan selidiki ledakan ruko Medan
Jumat, 12 April 2019 5:34 WIB
Personel Polrestabes Medan diturunkan ke lokasi terjadi ledakan bangunan rumah dan toko di Jalan Kruing Nomor 3-D, 3-E Lingkungan VIII, Kelurahan Sikap, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Kamis (11/4) malam. (Foto: Antara Sumut/Foto Istimewa)
Medan (ANTARA) - Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengatakan, tim Laboratorium Forensik Polri diturunkan untuk memastikan penyebab ledakan bangunan ruko di Jalan Kruing Nomor 3-D, 3-E Lingkungan VIII, Kelurahan Sikap, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Kamis malam.
"Hingga kini belum dapat memastikan penyebab ledakan yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dan 10 orang luka-luka," kata Hartanto.
Ketika ditanyakan mengenai penyebab ledakan berasal dari gas tanam toko sate yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), Kapolrestabes Medan menegaskan, tak bisa berspekulasi mengenai penyebab ledakan.
"Kita tunggu saja hasil dari ahli dari Labfor Medan," katanya pula.
Sebelumnya, dua orang warga meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi sebuah rumah dan toko di Jalan Kruing Nomor 3-D, 3-E Lingkungan VIII,Kelurahan Sikap, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Provinsi Sumutera Utara, Kamis, sekitar pukul 20.30.00 WIB.
Akibat peristiwa ledakan itu, 10 orang mengalami luka-luka, dan dua orang meninggal dunia merupakan anak kecil.
Korban luka-luka sudah dibawa ke Rumah Sakit Royal Prima Medan untuk menjalani perawatan medis.
Manajer Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Muhammad Yunus menyebutkan sampai saat ini identitas korban ledakan itu belum diketahui.
Petugas pemadam kebakaran dan BPBD Kota Medan, menurut dia, melakukan upaya pemadaman kobaran api yang menghanguskan rumah dan toko (ruko) tersebut.
"Kami saat ini masih bekerja di lokasi kejadian.Nanti hasil perkembangan baru akan kami sampaikan," kata Yunus.
"Hingga kini belum dapat memastikan penyebab ledakan yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dan 10 orang luka-luka," kata Hartanto.
Ketika ditanyakan mengenai penyebab ledakan berasal dari gas tanam toko sate yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), Kapolrestabes Medan menegaskan, tak bisa berspekulasi mengenai penyebab ledakan.
"Kita tunggu saja hasil dari ahli dari Labfor Medan," katanya pula.
Sebelumnya, dua orang warga meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi sebuah rumah dan toko di Jalan Kruing Nomor 3-D, 3-E Lingkungan VIII,Kelurahan Sikap, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Provinsi Sumutera Utara, Kamis, sekitar pukul 20.30.00 WIB.
Akibat peristiwa ledakan itu, 10 orang mengalami luka-luka, dan dua orang meninggal dunia merupakan anak kecil.
Korban luka-luka sudah dibawa ke Rumah Sakit Royal Prima Medan untuk menjalani perawatan medis.
Manajer Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Muhammad Yunus menyebutkan sampai saat ini identitas korban ledakan itu belum diketahui.
Petugas pemadam kebakaran dan BPBD Kota Medan, menurut dia, melakukan upaya pemadaman kobaran api yang menghanguskan rumah dan toko (ruko) tersebut.
"Kami saat ini masih bekerja di lokasi kejadian.Nanti hasil perkembangan baru akan kami sampaikan," kata Yunus.
Pewarta : Munawar Mandailing
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Persekutuan Gereja Indonesia harap banjir Sumatera ditetapkan bencana nasional
03 December 2025 11:50 WIB
Terpopuler - Provinsi Sulut
Lihat Juga
Gubernur Sulut sebut "Direct Call" pangkas waktu pelayaran ke negara tujuan ekspor
21 January 2026 7:00 WIB
Gubernur Sulut sebut arus ekspor-impor Sulampua masih bergantung pulau Jawa
21 January 2026 6:59 WIB
Gubernur Sulut sebut kawasan Sulampua miliki peran strategis ekonomi nasional
20 January 2026 5:48 WIB