Manado, (Antaranews Sulut) - Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa(GMIM) menyerukan doa kepada korban bom di Surabaya Jawa Timur, (13/5) Minggu.

"Setelah mendengar kejadian bom Surabaya di sejumlah gereja, kami langsung menyerukan doa pada setiap jemaat saat ibadah pagi di masing-masing jemaat," kata Ketua BPMS GMIM Hein Arina di Manado, Senin.

Hein mengatakan pada dasarnya tindakan terorisme ini tidaklah diajarkan oleh agama apapun dan pasti ini perbuatan yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.

"Oleh karena itu BPMS GMIM mengharapkan semua warga GMIM mendoakan semua warga gereja dan masyarakat yang menjadi korban, agar mereka mendapat kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini.

"Tuhan Yesus dalam Roh Kebenaran akan menguatkan dan menghibur keluarga korban," jelasnya.

Dia mengajak juga kepada anggota jemaat untuk tidak terpancing dan terprovokasi dengan kejadian di Surabaya.

"Tetap tenang dan menyerahkan penyelesaianya kepada aparat pemerintah untuk penanganan proses hukum," katanya.

Ketua Pelayanan Anak Sinode GMIM Michael Octavian Mait mengatakan pihaknya mengharapkan semua jemaat mendoakan saudara-saudara kita yang menjadi korban bom di sejumlah gereja di Surabaya.

"Mari doakan saudara-saudara kita semoga diberikan kekuatan dan kemampuan, jangan sampai para korban khususnya anak-anak mengalami trauma yang berkepanjangan.

Ledakan bom di Surabaya Minggu (13/5) terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercelah Ngagel pukul 07.30 WIB, di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB. Pada malam hari ledakan terjadi lagi di Siduarjo, dengan korban tewas hingga kini sudah mencapai 14 orang.



(T.KR-NCY/B/G004/G004) 14-05-2018 08:12:22