DKP Sangihe akui ada bantuan perikanan yang mubazir
Kamis, 4 Agustus 2022 19:04 WIB
Kepala dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Ronald Izaak. ANTARA/Jerusalem Mendalora. (1)
Sangihe, Sulut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan, Sangihe Sulawesi Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat mengakui ada bantuan perikanan yang mubazir, tidak digunakan oleh masyarakat.
"Kami telah melakukan pengecekan di lapangan, ternyata ada fasilitas yang diberikan kepada masyarakat namun tidak difungsikan sehingga mubazir," kata Kepala DKP Sangihe, Ronald Izaak di Tahuna, Kamis.
Menurut dia, terhadap bantuan yang tidak dimanfaat tersebut, DKP Sangihe sudah memberikan teguran kepada kelompok nelayan penerima bantuan.
"Kami memberikan teguran kepada kelompok nelayan tersebut agar fasilitas yang sudah disiapkan oleh pemerintah segera dimanfaatkan," kata dia.
Kalau teguran tersebut tidak dihiraukan maka dengan terpaksa bantuan kami harus tarik kembali dan diserahkan kepada kelompok nelayan yang lainnya.
Dengan pengalaman seperti ini dinas Kelautan dan Perikanan Sangihe sudah lebih memperketat verifikasi terhadap kelompok masyarakat yang menyampaikan permohonan bantuan alat perikanan.
"Setiap permohonan bantuan dari kelompok nelayan harus kami verifikasi dan validasi agar tidak salah sasaran," kata dia.
Dia menambahkan, DKP akan melakukan pengawasan terhadap kelompok nelayan yang saat ini telah menerima bantuan.
"Kami akan terus melakukan pengawasan, kalau ada kelompok nelayan penerima bantuan dan tidak digunakan maka diberi sanksi teguran sampai penarikan kembali bantuan tersebut," kata dia.
"Kami telah melakukan pengecekan di lapangan, ternyata ada fasilitas yang diberikan kepada masyarakat namun tidak difungsikan sehingga mubazir," kata Kepala DKP Sangihe, Ronald Izaak di Tahuna, Kamis.
Menurut dia, terhadap bantuan yang tidak dimanfaat tersebut, DKP Sangihe sudah memberikan teguran kepada kelompok nelayan penerima bantuan.
"Kami memberikan teguran kepada kelompok nelayan tersebut agar fasilitas yang sudah disiapkan oleh pemerintah segera dimanfaatkan," kata dia.
Kalau teguran tersebut tidak dihiraukan maka dengan terpaksa bantuan kami harus tarik kembali dan diserahkan kepada kelompok nelayan yang lainnya.
Dengan pengalaman seperti ini dinas Kelautan dan Perikanan Sangihe sudah lebih memperketat verifikasi terhadap kelompok masyarakat yang menyampaikan permohonan bantuan alat perikanan.
"Setiap permohonan bantuan dari kelompok nelayan harus kami verifikasi dan validasi agar tidak salah sasaran," kata dia.
Dia menambahkan, DKP akan melakukan pengawasan terhadap kelompok nelayan yang saat ini telah menerima bantuan.
"Kami akan terus melakukan pengawasan, kalau ada kelompok nelayan penerima bantuan dan tidak digunakan maka diberi sanksi teguran sampai penarikan kembali bantuan tersebut," kata dia.
Pewarta : Jerusalem Mendalora
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prancis akui Palestina di KTT, Prabowo berdiri beri tepuk tangan
23 September 2025 5:10 WIB
KTT Solusi Dua Negara di PBB, Prabowo: Kita harus akui Palestina sekarang
23 September 2025 5:01 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Prabowo minta pengelolaan minerba dikelola optimal tingkatkan pendapatan Negara
29 January 2026 5:14 WIB
Jalani sidang "debottlenecking", Menkeu pastikan aduan pengusaha ditangani serius
27 January 2026 8:01 WIB