Google siapkan pendeteksi "smart tag" Android
Jumat, 1 April 2022 10:40 WIB
FILE PHOTO: The Google app logo is seen on a smartphone in this picture illustration taken September 15, 2017. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration (REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta (ANTARA) - Google dikabarkan tengah mengerjakan pendeteksi "smart tag" untuk ponsel yang memungkinkan pengguna ponsel Android melacak secara otomatis kehadiran "smart tag" tidak dikenal di sekitarnya.
"Smart tag" merupakan alat yang belakangan muncul untuk membantu pemiliknya melacak benda atau pun hewan peliharaan, namun ternyata dibalik fungsi canggihnya itu kerap ditemukan penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penguntitan.
Melansir GSM Arena, Jumat, maka dari itu Google meluncurkan pendeteksi "smart tag" otomatis agar penggunanya bisa mengetahui adakah alat pelacak yang tidak dikenal di sekitarnya untuk mencegah kejadian yang tidak menguntungkan.
Fungsi itu ditemukan dalam dekompilasi APK Layanan Play dan mengungkapkan adanya fungsi peringatan untuk melacak perangkat yang tidak dikenal.
Beberapa di antaranya merupakan nama- nama produk "smart tag" yang saat ini dijual dipasaran.
Setelah aplikasi Google berhasil mendeteksi "Smart tag" yang tidak dikenal, nantinya aplikasi akan memberitahu pengguna mengenai keberadaan "smart tag" dan bisa menyembunyikan posisi pengguna jika ternyata "smart tag" yang tidak dikenal dirasa membahayakan dan bukan milik pengguna.
Selain fitur pendeteksi "smart tag" tidak dikenal, Google juga tengah mengerjakan deteksi "smart tag" untuk Android khusus pemilik "smart tag".
Nantinya cara kerja deteksi "smart tag" khusus pemilik Android akan sama dengan yang dimiliki oleh Apple dengan pendeteksi AirTag.
Jika ada "smart tag" yang terpisah dari pemiliknya selama lebih 24 jam maka "smart tag" itu akan mengeluarkan suara sehingga "smart tag" tidak bisa dipisahkan dari pemiliknya lebih dari satu hari.
Diperkirakan fitur ini akan diperkenalkan dalam konferensi Google I/O di Mei mendatang.
"Smart tag" merupakan alat yang belakangan muncul untuk membantu pemiliknya melacak benda atau pun hewan peliharaan, namun ternyata dibalik fungsi canggihnya itu kerap ditemukan penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penguntitan.
Melansir GSM Arena, Jumat, maka dari itu Google meluncurkan pendeteksi "smart tag" otomatis agar penggunanya bisa mengetahui adakah alat pelacak yang tidak dikenal di sekitarnya untuk mencegah kejadian yang tidak menguntungkan.
Fungsi itu ditemukan dalam dekompilasi APK Layanan Play dan mengungkapkan adanya fungsi peringatan untuk melacak perangkat yang tidak dikenal.
Beberapa di antaranya merupakan nama- nama produk "smart tag" yang saat ini dijual dipasaran.
Setelah aplikasi Google berhasil mendeteksi "Smart tag" yang tidak dikenal, nantinya aplikasi akan memberitahu pengguna mengenai keberadaan "smart tag" dan bisa menyembunyikan posisi pengguna jika ternyata "smart tag" yang tidak dikenal dirasa membahayakan dan bukan milik pengguna.
Selain fitur pendeteksi "smart tag" tidak dikenal, Google juga tengah mengerjakan deteksi "smart tag" untuk Android khusus pemilik "smart tag".
Nantinya cara kerja deteksi "smart tag" khusus pemilik Android akan sama dengan yang dimiliki oleh Apple dengan pendeteksi AirTag.
Jika ada "smart tag" yang terpisah dari pemiliknya selama lebih 24 jam maka "smart tag" itu akan mengeluarkan suara sehingga "smart tag" tidak bisa dipisahkan dari pemiliknya lebih dari satu hari.
Diperkirakan fitur ini akan diperkenalkan dalam konferensi Google I/O di Mei mendatang.
Pewarta : Livia Kristianti
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gunung Ruang erupsi, BMKG efektifkan lima stasiun pendeteksi tsunami di Sulut
01 May 2024 10:29 WIB, 2024
Pendekatan system dynamics antarkan Taufiq Hidayat raih gelar doktor Unpad
08 February 2022 19:33 WIB, 2022
Google hadirkan di ponsel Android pendeteksi gempa, mulai di California
13 August 2020 9:09 WIB, 2020
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Airlangga: Pesan Presiden agar SRO jaga operasional bursa di tengah transisi
01 February 2026 7:48 WIB