Stamet Manado: Waspadai pergerakan tanah saat curah hujan tinggi
Kamis, 10 Maret 2022 5:51 WIB
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Molle. ANTARA/Karel A Polakitan
Manado (ANTARA) - Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengingatkan warga Sulawesi Utara mewaspadai pergerakan tanah saat curah hujan tinggi.
"Secara umum di bulan Maret diperkirakan masih berpotensi terjadinya hujan sedang hingga lebat di daerah ini," sebut Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Molle di Manado, Rabu.
Dia mengatakan, dari sisi grafik, curah hujannya masih rendah bila dibandingkan dengan bulan Januari 2022 baik dari indikator hari hujan maupun curah hujan.
"Jadi kita memang masih berada pada kondisi musim hujan sehingga potensi bencana masih bisa terjadi," katanya.
Ketika terjadi hujan dengan intensitas lebat dalam waktu lama, kata dia, pergerakan tanah harus diwaspadai karena permukaan tanah menjadi labil.
Kondisi itu bisa terlihat ketika curah hujan tinggi yang mengakibatkan longsor ataupun banjir di beberapa tempat termasuk Manado di tanggal 20 Februari 2022 maupun 4 Maret 2022.
"Kondisi ini akan menyebabkan pergerakan tanah lebih signifikan," jelasnya.
Dia mengatakan, kondisi cuaca sepekan ke depan masih berpotensi terjadi curah hujan intensitas sedang hingga lebat di kabupaten dan kota yang ada di Sulut.
"Curah hujan di Kota Manado intensitasnya lebih rendah bila dibandingkan dengan beberapa daerah lainnya," ujarnya.
Meski begitu, BMKG tetap tetap berharap warga tetap mewaspadai kondisi ini terutama yang bermukim di daerah rawan longsor ataupun banjir.
"Secara umum di bulan Maret diperkirakan masih berpotensi terjadinya hujan sedang hingga lebat di daerah ini," sebut Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Molle di Manado, Rabu.
Dia mengatakan, dari sisi grafik, curah hujannya masih rendah bila dibandingkan dengan bulan Januari 2022 baik dari indikator hari hujan maupun curah hujan.
"Jadi kita memang masih berada pada kondisi musim hujan sehingga potensi bencana masih bisa terjadi," katanya.
Ketika terjadi hujan dengan intensitas lebat dalam waktu lama, kata dia, pergerakan tanah harus diwaspadai karena permukaan tanah menjadi labil.
Kondisi itu bisa terlihat ketika curah hujan tinggi yang mengakibatkan longsor ataupun banjir di beberapa tempat termasuk Manado di tanggal 20 Februari 2022 maupun 4 Maret 2022.
"Kondisi ini akan menyebabkan pergerakan tanah lebih signifikan," jelasnya.
Dia mengatakan, kondisi cuaca sepekan ke depan masih berpotensi terjadi curah hujan intensitas sedang hingga lebat di kabupaten dan kota yang ada di Sulut.
"Curah hujan di Kota Manado intensitasnya lebih rendah bila dibandingkan dengan beberapa daerah lainnya," ujarnya.
Meski begitu, BMKG tetap tetap berharap warga tetap mewaspadai kondisi ini terutama yang bermukim di daerah rawan longsor ataupun banjir.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden meminta peringatan dini bencana dilengkapi "AI" dan "Big Data"
30 March 2022 11:39 WIB, 2022
BMKG Sulut bangun jejaring untuk perluas digitalisasi informasi meteorologi
23 March 2022 14:18 WIB, 2022
Badan Meteorologi Jepang : Gunung Aso Jepang meletus semburkan abu vulkanik 3.500 meter
20 October 2021 11:34 WIB, 2021
BMKG mengimbau warga waspada gelombang tinggi lima titik perairan di NTT
19 October 2021 12:57 WIB, 2021
Stasiun El Tari: Waspadai hujan-petir di wilayah Pulau Flores dan Alor
18 September 2021 8:49 WIB, 2021
Terpopuler - Provinsi Sulut
Lihat Juga
Gubernur Sulut sebut "Direct Call" pangkas waktu pelayaran ke negara tujuan ekspor
21 January 2026 7:00 WIB
Gubernur Sulut sebut arus ekspor-impor Sulampua masih bergantung pulau Jawa
21 January 2026 6:59 WIB
Gubernur Sulut sebut kawasan Sulampua miliki peran strategis ekonomi nasional
20 January 2026 5:48 WIB