Proyek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan rujukan nasional, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan. Melalui sinergi dalam Hutama Karya - WIKA KSO, WIKA kembali berkontribusi aktif dalam pembangunan fasilitas kesehatan strategis berstandar tinggi.
Dimulainya pembangunan ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) yang berlangsung pada Kamis (8/1) di kawasan RSUP Dr. Sardjito, Jl. Kesehatan No. 1, Sekip, Sleman, DI Yogyakarta.
Acara groundbreaking dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA, Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito, serta jajaran pemangku kepentingan terkait.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya menyampaikan, “Pembangunan Gedung Central Medical Unit RSUP Dr. Sardjito merupakan bagian dari agenda transformasi sistem kesehatan nasional yang bertujuan memastikan pelayanan kesehatan semakin mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat. Salah satu pilar penting dalam transformasi tersebut adalah penguatan infrastruktur sarana dan prasarana rumah sakit.”
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X, menambahkan, “Pembangunan Gedung Central Medical Unit RSUP Dr. Sardjito merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan masa depan yang unggul, adil, dan berorientasi pada kemanusiaan. Gedung ini diharapkan menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi Yogyakarta, wilayah selatan Jawa, hingga nasional, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.”
Gedung CMU RSUP Dr. Sardjito direncanakan terdiri dari 2 lantai basement dan 13 lantai utama dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2027. Bangunan ini memiliki luas total mencapai 55.574 m² dan dirancang dengan konsep stacking vertikal 14 lantai.
Fasilitas yang dihadirkan mencakup penguatan layanan perawatan kritikal melalui ICU, HCU, ruang observasi, hingga unit resusitasi. Layanan bedah dilengkapi dengan 21 ruang operasi mayor dan 6 ruang operasi minor yang terintegrasi dengan area pre-operasi dan post-operasi. Dari sisi diagnostik, Gedung CMU dilengkapi fasilitas radiologi seperti CT-Scan, MRI 3 Tesla, X-Ray, CT Spectral Photon-Counting, dan fluoroskopi, serta laboratorium terpadu meliputi Lab UPTD, Lab Terpadu, Lab BGSi, hingga fasilitas patologi anatomi dan molekuler.
Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya–WIKA KSO menerapkan Building Information Modeling (BIM) berbasis ISO 19650 serta prinsip lean construction guna meningkatkan efisiensi, akurasi perencanaan, dan kualitas pelaksanaan proyek. Pendekatan ini sejalan dengan Asta Cita dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Mengingat pembangunan dilakukan di lingkungan rumah sakit yang tetap beroperasi, aspek keselamatan kerja, pengaturan lalu lintas internal, serta koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit menjadi prioritas utama agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menegaskan komitmen WIKA dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui penyediaan infrastruktur kesehatan yang berkualitas. “Melalui kolaborasi Hutama Karya–WIKA KSO, kami berkomitmen menghadirkan Gedung CMU RSUP Dr. Sardjito sebagai fasilitas layanan kritikal, bedah, dan diagnostik yang terintegrasi dan berstandar tinggi" ujar Agung BW.
Proyek ini merupakan kontribusi nyata WIKA dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui layanan kesehatan yang andal. WIKA memastikan penerapan standar mutu, keselamatan, dan keberlanjutan dalam setiap tahapan pembangunan, sekaligus menjaga agar aktivitas pelayanan rumah sakit tetap berjalan selama masa konstruksi. Kami menargetkan penyelesaian proyek ini pada akhir 2027 agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
Pewarta : PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2026
