
Pemprov Sulut tingkatkan Program Barito tekan inflasi

Manado (ANTARA) - Pemerintah Sulawesi Utara (Sulut) terus meningkatkan program menanam bawang, rica/cabai, tomat (Barito) dalam menekan angka inflasi di daerah tersebut.
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey di Manado, Senin, mengatakan pihaknya melihat pentingnya menjaga inflasi. "Target pertumbuhan ekonomi Sulut adalah 6,3 persen hingga 6,7 persen. Supaya pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dirasakan masyarakat, maka inflasi harus rendah," kata Olly.
Sebab, katanya, walaupun pertumbuhan ekonomi tinggi namun inflasi juga tinggi, maka percuma saja. Sebab harga uang akan menjadi mahal.
Ia mengatakan, program menanam Barito yang dilakukan sejak tahun lalu berjalan baik.
"Program Barito waktu lalu berhasil menekan harga. Sebab jika setiap keluarga menanam cabai sepuluh polibag saja, maka sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. Hal ini akan ikut mengurangi permintaan di pasar sehingga harga bisa terjaga," katanya.
Selain itu, katanya, pemerintah juga mendatangkan komoditas ini dari luar daerah di saat harga sangat tinggi seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Saat harga cabai dan bawang tinggi beberapa pekan lalu, kami menggunakan pesawat hercules untuk mendatangkan komoditas tersebut dari Surabaya. Imbasnya, harga barito langsung turun. Namun kebijakan ini hanya dilakukan saat terjadi kenaikan harga yang sangat tinggi,” ujar Olly.
Gubernur menambahkan, pemerintah provinsi akan menjaga harga cabai di bawah Rp 50.000.
Pada bulan April lalu, Sulawesi Utara mencatat deflasi sebesar 1,27 persen (mtm). Deflasi tersebut menyebabkan inflasi tahunan per bulan April 2019, mencapai angka 0,07 persen (yoy) dan inflasi tahun kalender sebesar -1,42 persen (ytd).
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor:
Jorie MR Darondo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
